Mojokerto,(MR)
PROGRAM Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan merupakan program pembangunan yang menurut masyarakat saat ini paling sukses. Ternyata pendapat masyarakat tersebut saat ini perlu dipertanyakan. Sebab beberapa pelaksanaan proyek mulai menunjukkan kualitas yang diduga tidak sesuai bestek, terutama pada campuran material yang kurang baik dan ukuran juga tidak sama, apalagi papan bor proyek disembunyikan. Ini menunjukkan bahwa program ini mulai tidak transparan, Akibatnya belum sebulan proyek PNPM kelar, sebagian lapisan sudah rusak dan retak-retak.
Seperti yang terjadi di dusun Kedungwulan Desa Bejijing Kecamatan Trowulan, Drn, salah satu warga Bejijong, pada Koran ini mengungkapkan kekecewaannya,” saluran irigasi program PNPM Pedesaan dengan anggaran 66,7 juta, di dusun Kedungwulan sepanjang 324 meter, belum lama dibangun sudah banyak yang rusak. Beberapa bagian atas ambrol, kemudian ukuran ketinggian juga tidak sama. Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak dilaksanakan dengan baik.
Sebab pemerintah sebelum menurunkan anggaran untuk suatu program telah dikaji terlebih dulu, sehingga program pemerintah diharapkan akan terlaksana dengan baik. Termasuk mengkaji jumlah anggarannya juga diberi kelebihan untuk pelaksanannya dilapangan. tidak mungkin pelaksana hanya kerja baktio, jaman sekarang siapa orangnya yang mau kerja bakti untuk kepentingan masyarakat ? nyatanya saluran sudah banyak yang rusak, berarti diduga terjadi penyimpangan kualitas proyek.
Syamsul Arifin S.Pd, ketua tim pelaksana kegiatan PNPM Desa Bejijong ketika akan dikonfirmasi tidak ada ditempat. Sementara bagian Pemerintahan Kecamatan Trowulan Jamal didepan Camat Trowulan juga tidak bisa komentar, datanya lengkap di secretariat PNPM. Faskel PNPM Nunung ketika dikonfirmasi mengatakan,’ Saya akan meninjau lapangan untuk mengklarifikasi dan terimakasih atas infonya. >> Fren
