Dialog Publik Politik Ekonomi Migas, Digelar

Kota Tasikmalaya,(MR)

DIALOG publik dan Halaqoh Kyai-Ulama Muda secara resmi dibuka oleh Dirjen Kementrian Kominfo Drs. Freddy H.Tulung yang merupakan program kerjasama antara Kementrian Kominfo dengan GP. Ansor yang bertema “Politik Ekonomi Migas Dalam Perspektif Aswaja An-Nahdiyyah” di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari Cibeureum Kota Tasikmalaya.

Selain itu Freddy Tulung juga menyampaikan bahwa pemerintah memerlukan banyajk masukan dan saran khusunya mengenai permasalahan terkini yaitu kenaikan BBM, tidak ada sedikitpun pemerintah lari dari tanggung jawab justru dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak dan stake holder “kami akan terus membuka diri dan berdialog dengan masyarakat yang nantinya akan menjadi dasar dalam perumusan kebijakan, karena semua persoalan bisa dipecahkan dengan membuka diri dan dialog” singkatnya.

KH.Cecep Ridwan Bustomi selaku panitia pelaksana menyambut kedatangan berbagai utusan GP Ansor se pulau Jawa yang hadir saat itu, beliau juga menyampaikan bahwa dialog publik saat ini dihadir 2 kandidat Walikota dan Wakil Walikota yang mudah-mudahan bisa tercapai keinginannya “di depan terpampang bendera sepanjang 3 meter dengan logo ansor itu menegaskan bahwa Bahrul ulum adalah Nahdatul Ulama,” katanya.

Walikota Tasikmalaya Drs.H.Syarif Hidayat M.Si yang hadir saat itu memberikan sambutan dengan menjelaskan visi misi Kota tasikmalaya, selanjutnya Ia menegaskan bahwa dengan peningkatan ekonomi yang sehat maka akan mampu mengatasi berbagai permasalahan sosial yang terjadi, Syarif Hidayat juga banyak berharap kepada para generasi muda untuk dapat melakukan perubahan kearah yang postif “saya harap hasil dialog bisa berdampak positif bagi Kota Tasikmalaya,” imbuhnya.

Ketua Umum GP Ansor H. Nusron Wahid M.Si menjelaskan bahwa pelaksanaan holaqoh yang digelar merupakan kegiatan yang ke-5 tingkat regional dan merencanakan tahun ini akan digelar acara yang sama di 6 titik se-Indonesia yaitu di Sulawesi, kalimantan, Lampung, NTB, Jawa barat serta wilayah lainnya.

Disampaikan Nusron beberapa permaslahan yang akan dibahas yaitu mengenai keputusan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga tertinggi yang bersifat wajib mengikat, lalu permasalahan kebijakan migas dan hukum menggunakan barang bersubsidi “dengan kata lain kita akan merumuskan tentang piqih kebijakan supaya Ansor menjadi nahnu ansorulloh bisa implemented” katanya.

Hadir dalam acara yang akan digelar 2 hari tersebut unsur muspida, tokoh alim ulama, utusan GP Ansor se-pulau Jawa, Walikota, Wakil Walikota Ir.H. Dede Sudrajat MP, Calon Walikota Drs. H.Budi Budiman, Kepala Kantor kementrian Agama, jajaran pejabat Pemkot Tasikmalaya serta undangan. >> H. Ade Dimyati

Related posts