Demo masyarakat Lampura terkait harga singkong

Lampung Utara, (MR)
Forum petani singkong Lampung utara melakukan unjuk rasa di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lampung Utara Senin siang sekitar pukul 12:30 wib (23/1/2017). Tujuan mereka menyuarakan Aspirasi mereka kepada wakil Rakyat yang ada di DPRD atas keluhan para petani di Lampung utara dengan Anjlok nya harga Singkong saat ini yang berkisar Rp 650/kg.

Sebelum ke kantor DPRD setempat masyarakat pengunjuk rasa yang tergabung dalam Forum Petani singkong Lampung Utara itu juga terlebih dulu menyambangi pabrik singkong, BW salah satu pabrik pengolahan umbikayu yang ada di Lampura dan kantor Pemerintah daerah setempat, didalam sepanduk yang di bawa sekitar ratusan Massa dari berbagai elemen masyarakat yang menamakan diri Forum petani singkong Lampung Utara itu Bertulis kan tiga tuntutan mereka yakni: 1. naikan harga singkong; 2. normalisasi refaksi/potongan; 3. stop impor singkong/tapioka.

Para perwakilam pengunjuk rasa pun diterima dan disambut oleh ketua DPRD setempat Hi.Rahmat hartono dari partai PDIP, Wakil ketua satu Nurdin Habim SE dari partai  Gerindra dan Herwan Mega dari praksi partai Demokrat dan duduk satu meja membahas perihal tersebut di Ruang Rapat sektetariat. Setelah dua jam rapat di dalam ruangan tersebut dan menyampaikan keluhan prihal harga singkong yang sangat anjlok harganya itu yakni harga sekarang Rp.650 dari harga sebelumnya yang berkisar Rp.1200. Para pengunjukrasa keluar dari Ruangan rapat dan membubarkan diri dengan tertib dan tampak pengawalan dari aparat kepolisian resort Lampung utara dengan ketat.

Di temuai seusai Rapat di Ruangan DPRD setempat kordinator Aksi  Adi Rasid mengatakan meminta Pemerintah daerah Lampung Utara dan pihak DPRD setempat bisa mecari solusi prihal anjlok nya harga singkong ini. “Kami Forum petani Singkong Lampung Utara mewakili para petani singkong yang ada di seluruh kabupaten Lampung utara ini meminta kepada Pihak Pemerintah atau pun pihak Legislatif agar bisa mencari solusi mengenai anjloknya harga singkong ini, kami meminta harga singkong kembali stabil dengan kisaran Harga Rp.1200/1600 per kilogramnya. Karna para petani saat ini merugi dengan keadaan harga singkong yang hanya Rp.650 belum lagi potongan dari pihak pabrik yang sangat besar 20% ke atas. Di tambah biaya pupuk, traktor Lahan, biaya perawatan yang lain-lainnya,” tutur pria yang bicara tegas itu dan di amini para Petani pengunjukrasa yang lainnya.

Dalam kalimat akhir yang di sampaikan Wakil ketua Satu DPRD setempat Nurdin Habim SE di depan Masa Aksi yang terlihat damai itu. Nurdin Habim memaparkan dirinya dan rekan-rekan anggota dewan yang lainnya akan mencoba mencari jalan keluar dari perihal anjlok nya harga singkong tersebut. “Terimaksih kepada bapak-bapak yang telah tertib menyampaikan aspirasinya mengenai keluhan anjloknya harga singkong, Saya dan rekan-rekan anggota Dewan yang lain akan mencoba mengakomodir apa yang menjadi keinginkan bapak-bapak sekalian dan kami akan berusaha semaksimal mungkin agar apa yang menjadi keinginan dan penyampaian tadi bisa ada solusi jalan keluar yang terbaik,” pungkas politisi partai Gerakan Indonesia Raya/Gerindra itu. >>Yudiirawan

Related posts