Dari Hasil Rapid Test Kotamobagu Terdapat Total 10 Orang Reaktif

Kotamobagu, (MR) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kotamobagu melaksanakan rapid test terhadap 53 orang lebih yang merupakan bagian dari Jemaah Tabligh dengan riwayat perjalanan dari Gowa, Sulawesi Selatan.

Hasilnya, seperti yang diumumkan dalam keterangan Pers di Aula Kantor Walikota Kotamobagu oleh Kepala Dinkes Kotamobagu dr. Tanty Korompot, Selasa (14/4/2020), menyebutkan ada 4 pasien berstatus PDP yang sedang dirawat di RSUD Kotamobagu, sedangkan 3 orang lainnya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) yang saat ini dalam pengawasan langsung RSUD Kotamobagu.

Terhadap tujuh orang dengan hasil reaktif tersebut, saat ini sudah diisolasi di RSUD Kotamobagu, sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan covid-19.

“7 pasien tersebut akan segera diambil swab hari ini, yang nantinya akan langsung dikirim untuk mendapatkan hasil yang pasti dari Covid-19.”jelasnya.

“Untuk menentukan apakah mereka positif terjangkit virus corona harus dilanjutkan dengan pemeriksaan swab test,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Sulut, Steaven Dandel saat ditanya dalam kesempatan terpisah.

Dinkes Kotamobagu telah mengambil tindakan dengan melakukan tracking kontak terhadap tujuh orang tersebut dan telah mendapatkan 31 orang yang kontak erat dan dalam pemeriksaan rapid test dengan hasil 27 orang Non Reaktif dan 3 orang Reaktif.

“Jadi kita telah ketambahan 3 orang lagi yang tercatat sebagai reaktif berdasarkan rapid test.”sebutnya.

“Berapa jumlah warga yang melakukan kontak dengan mereka, kami belum bisa prediksi. Mereka kebanyakan sudah beraktivitas usai menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” ujar dr. Tanty.

Tanty Korompot selaku Kepala Dinas Kesehatan berharap, keluarga dan masyarakat yang pernah melakukan kontak dengan ketujuh orang tersebut dapat melakukan pemeriksaan di rumah sakit.

“Kami juga berharap, masyarakat Kotamobagu tidak panik, selalu gunakan masker saat bepergian dan tetap patuh terhadap imbauan peemerintah dan selalu melakukan social distancing dan physical distancing,” harapnya. (Neni)

Related posts