Indramayu, (MR)
Mengemban amanah dari masyarakat, adalah suatu kepercayaan yang mesti dijalankan oleh setiap insan. Hal tersebut menjadi acuan bagi Haerudin, Kuwu Desa Temiyang sari Kecamatan Kroya Kabupaten Indram ayu Prov Jawa Barat. Pemimpin berusia 28 tahun tersebut, patut menjadi contoh teladan bagi pempin lainnya. Pasalnya, Haerudin mengaku sebelum dipercaya oleh Masyarakat Desa Temiyang sari, tidak pernah terbersit pun akan menjadi seorang Kuwu di Desanya.
“Saya sebelum menjadi Kuwu, adalah seorang yang suka merantau keberbagai tempat (Daerah), Sehingga tak pernah terpikir sedikitpun dalam pikiran saya untuk menjadi seorang Kuwu.
Amanah dari masyarakat ini akan saya jalankan dengan penuh rasa tanggung jawab, demi kemajuan Desa Temiyang sari dan warga,” beber Haerudin, kepada Media Rakyat belum lama ini.
Dijelaskan dia, bidang pemba ngunan yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan selama pemerintahannya adalah bidang Insfratruktur pertanian. Dikatakan Haerudin, Bidang Insfratruktur pertanian adalah yang sangat penting di Desa Temiyang sari. Pasalnya lanjut dia, sebagian besar sarana Insfratruktur pertanian di Desanya masih perlu mendapat perhatian semua pihak, dalam penanganannya.
“Pertanian adalah hal yang paling utama bagi masyarakat kami. Maju mundurnya pembangunan Desa, tergantung dari maju tidaknya bidang pertanian,” ungkap Haer udin.
Suami dari Siti Aisah Siregar itu menambahkan. Dirinya ingin menga bdi kepada masyarakat dalam mengemban kepercayaan tersebut. Dan dikatakan dia, dalam memerintah dirinya melibatkan seluruh kompo nen masyarakat diberbagai program pembangunan.
Dijelaskan dia, salah satu contoh dalam bidang bantuan dari pemerintah. Dirinya selalu bersikap transparan kepada warga dan perangkat desa.
Hal ini menurut haerudin, sikap tranparansi tersebut sebagai bukti bahwa pemerint ahannya open (terbuka) bagi seluruh warga Desa Temiyang sari.
“Seluruh perangkat Desa, kami beri kepercayaan untuk memegang stempel. Hal tersebut bertujuan sebagai pembelajaran kepada perangkat desa, kelak bila menjadi seorang Kuwu sudah memahami betul dalam hal melayani masya rakat,” tandas Haerudin. >> Afandi
