Cok Ace Resmikan Desa Mandiri Energi

Gianyar,(MR)

PERTUMBUHAN penduduk menyebabkan sumber daya alam yang tersedia berkurang. Eksploitasi sumber daya alam khususnya minyak secara besar-besaran telah mengancam keselamatan manusia dan lingkungannya.

Cadangan minyak semakin berkurang dan terancam habis. Oleh karena itu perlu mencari energi alternatif untuk menghemat cadangan minyak yang masih ada. Salah satunya adalah biogas, yaitu energi yang menggunakan sumber energy terbarukan yang relative mudah didapat, biaya operasional rendah serta tidak mengakibatkan permasalahan limbah. Salah satunya adalah pemanfaatan kotoran sapi dan babi. Hal tersebut diungkapkan Bupati Gianyar, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) saat meresmikan Desa Mandiri Energi (DME) Berbasis Biogas di Desa Manukaya, Tampaksiring, Minggu (27/1).

Lebih lanjut Bupati menyatakan pemanfaatan kotoran ternak oleh masyarakat melalui program DME memiliki manfaat yang besar. Selain mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM) juga membuka lahan kerja bagi masyarakat, meningkatkan pendapatan dan mewujudkan lingkungan yang bersih. Bupati berharap kedepan masyarakat lebih kreatif lagi dalam pemanfaatan biogas serta menjaga dan menggunakan bantuan pemerintah tersebut dengan baik dan bijak.

Ketua Kelompok Pengelola Teknis Kegiatan (KPTK) Desa Manukaya, I Made Negara menyatakan Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri meluncurkan program Desa Mandiri Energi (DME) dalam bentuk Bantuan Langsung masyarakat (BLM) sebesar Rp. 212.000.000,- yang dalam pelaksanaannya dilakukan dengan pengolahan kotoran ternak menjadi biogas. Bekerja sama dengan PT. Sween Inovasi transfer dalam pengadaan digester Biogas beserta kelengkapannya sebanyak 13 paket biogas (kapasitas 4 m3) di salurkan ke masing-masing dusun/banjar di wilayah desa Manukaya. Penempatan digister biogas telah sesuai dengan kesepakatan, dengan adanya oengolahan kotoran ternak menjadi biogas di tiap-tiap dusun dimaksudkan sebagai percontohan dan sarana edukasi masyarakat.

Direktur PT.Sween Inovasi Transfer, Sri Wahyuni menyatakan Provinsi Bali terutama Kabupaten Gianyar memiliki populasi sapi dan babi yang besar, merupakan sarana penting dalam pengolahan biogas. Pemanfaatan sarana biogas terbesar dari PT Sween berada di Provinsi Bali sebanyak 500 unit. Biogas dapat digunakan untuk memasak dan menyalahkan lampu. Saat ini sudah dikembangkan rice cooker biogas, generator, water pump, milk pasteurizer dan oven. Modal untuk menggunakan biogas relative sangat murah, hanya Rp. 20 juta sudah termaksud 2 sapi dapat digunakan seumur hidup. >> Putu Artha

Related posts