Anambas,(MR)
Dalam rangka menyamakan persepsi antara RPJPD ( Ren-cana Pembangunan Jangka Panjang Daerah) dengan masyarakat, Pemkab KKA mela-lui Badan Perencanaan Pemba-ngunan Daerah (Bappeda) menggelar acara “Musrenbang RPJPD KKA Tahun 2008-2025”. Acara digelar di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan dimulai selasa (25/10) sampai rabu (26/10).
Pada pembukaan Musren-bang RPJPD KKA, Bupati KKA menyampaikan rasa terimakasih yang mendalam atas kehadiran SKPD, nara sumber dan seluruh peserta. dan menyatakan bah-wa pengadaan Musrenbang kali ini akan menjadi bagian dari catatan sejarah Kabupaten Kepulauan Anambas, karena dalam Musrenbang inilah akan ditetapkan Rencana Pembangu-nan Jangka Panjang Daerah (RPJP) yang akan dilaksanakan 20 tahun mendatang di Kabu-paten Kepulauan Anambas.
RPJPD merupakan doku-men perencanaan jangka pan-jang daerah yang berisikan visi dan misi daerah untuk kurun waktu dua puluh tahun. Penyu-sunan dokumen RPJPD meru-pakan amanat dari UU No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dan UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Selain berfungsi seba-gai kerangka makro pembangu-nan daerah, RPJPD sekaligus berfungsi sebagai rel yang men-jamin kesinambungan pemba-ngunan antar satu priode Kepala Daerah terpilih, dengan priode setelahnya.
Namun menurut Bupati KKA, walaupun dokumen RPJP itu telah disusun secara siste-matik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, dan telah melewati tahap Focus Group Discusion, serta konsultasi Public, RPJP harus tetap disempurnakan lagi lewat Musrenbang, karena Musren-bang adalah forum perencanaan yang dilaksanakan oleh peme-rintah KKA, bekerja sama dengan warga dan para pe-mangku kepentingan lainnya, untuk membangun kesepaha-man tentang kepentingan dan pembangunan KKA. Oleh karena itu bupati menghimbau kepada semua peserta Musren-bang untuk dapat menyampai-kan gagasan-gagasan kons-truktif dan kongkrit dalam rangka menyempurnakan Ran-cangan RPJPD tersebut.
Tak lupa orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Anambas itu mengulas kembali beberapa besar potensi yang dimiliki oleh Anambas sekarang. “Kita memiliki alam bahari yang indah nan eksotik, pantai-pantai putih bersih, dan terum-bu karang yang sangat indah, bahkan bisa dikatakan lebih indah daripada yang ada di Bunaken” paparnya.
Selain itu Bupati juga mema-parkan potensi dari perikanan yang mencapai 63 ribu ton / tahun-nya, dan juga hasil per-tambangan Migas yang berlim-pah ruah. “Kita memliki banyak potensi yang luar biasa. Maka tak berlebihan bila Anambas memimpikan dirinya menjadi Maldives (Maladewa-nya Indo-nesia) dalam 20 tahun kedepan” dalam pidato pembukaan nya.
Menurut RPJPD KKA, slogan visi pembangunan jang-ka panjang KKA berakronim “Anambas Berkantata Taqwa 2025”. Secara harfiah berarti Anambas melakukan perjalanan spiritual menuju ketaqwaan, sementara dalam konteks pem-bangunan berarti Terwujudnya Kepulauan Anambas sebagai Kabupaten Kepulauan yang berdaya saing dalam bidang perikanan-kelautan, pariwisata dan pertambangan berlandas-kan iman dan watqa.
Sementara misinya, Bupati membagi menjadi 7 point yang mengacu pada infrastruktus, peningkatan SDM yang ber-kualitas, peningkatan tata kelo-la pemerintahan, peningkatan system kelembagaan ekonomi, peningkatan pendayagunaan Unggulan daerah berbasis kemaritiman terpadu, mencip-takan kondisi aman tertib dama yang berdasarkan budaya melayu, serta megoptimalkan pendayagunaan SDA dan pelestarian lingkungan.
Selain Bupati KKA, hadir pula Tokoh masyarakat yang juga ketua BP2KKA, Prof. Dr. M. Zein, Dirjen Bangda kemen-trian dalam negri, Bpk. Bachtiar Bakri, wakil ketua I DPRD Kabupaten Kepulauan Anam-bas, Bpk. M. Da’i, serta kepala Bappeda memberikan sambutan dan pandangannya dalam pem-bangunan Kabupaten Kepu-lauan Anambas kedepannya.
Dalam pandangan nya ketua BP2KKA, Prof. Dr. M. Zein banyak memberikan masu-kan kepada Pemkab Kepulauan Anambas. Diantaranya Dia menyampaikan keprihatinan yang mendalam tentang illegal fissing yang sekarang sedang marak terjadi di kabupaten yang 98,7% wilayahnya berupa perairan ini.
Selain masalah illegal fishing, Zein juga menyatakan keprihatinan nya terhadap masalah ekonomi di KKA. “Bayangkan, Anambas ini sa-ngat kaya. Sumber lautnya berlimpah ruah. Tapi saya pernah mendengar bahwa ada penduduk yang hampir mati karena kelaparan. Kok bisa, di negeri Siantan yang kaya ini masih ada orang mengalami kelaparan?” terang nya dalam sambutan nya.
Zein mengatakan, bahwa perjuangan merealisasikan Kepulauan Anambas menjadi sebuah kabupaten memang sudah selesai, dan sekarang saatnya pemerintah memasuki tahap periode pembangunan. Prof.M.Zein menghimbau pemerintah untuk tetap melibat-kan putra putri daerah dalam pembangunan KKA. “Jangan sampai putra-putri kita ini hanya jadi penonton dan duduk terdiam dalam era pemba-ngunan Kabupaten Kepulauan anambas itu,” paparnya.
Dia juga mengatakan, bahwa BP2KKA akan terus mengawasi kinerja Pemerintah Kabupaten walaupun KP2KKA tidak berada di dalam peme-rintahan. Jika ada kebijakan ataupun tindakan yang sudah menyimpang dari tujuan awal pembentukan KKA, maka KP2KKA akan langsung turun tangan mengajukan kritik dan saran membangun untuk Pemkab Anambas.
Tak lupa, dia juga mem-berikan petuah kepada Pemkab Anambas. “Hati-hati ! batu besar bisa kita lihat, dan masih bisa kita hindari. Tapi orang lebih sering terpleset dan jatuh karena batu kerikil yang kecil. Jangan menyepelekan masalah kecil. Harus menjadi bahan perhatian juga untuk kemajuan kedepan nya”, nasihat nya kepada Pemkab Anambas.
Mengenai ukuran keberha-silan, menurut dirjen Bangda Kementrian Dalam Negeri, KKA telah mencapai presentasi keberhasilan sebesar 67,44%. “Menurut data BPS 2010, KKA ini sudah mencapai keberhasi-lan pembangunan sebesar 67,44%. Dan itu sudah diatas standard nasional” terang Bachtiar Bakri. Untuk standard pengukuran sendiri sama di semua daerah, tidak meman-dang umur daerah tersebut lama atau baru, tetap memakai variable penilaian yang sama.
Dalam tahun-berikutnya, Pemkab Anambas telah meran-cangkan 4 mega proyek yang akan direalisasina tahun 2012. Proyek-proyek tersebut adalah pembangunan Pusat perkanto-ran pemerintah yang terletak di pasir peti, Bandara udara, Jembatan yang menghubung-kan kecamatan Siantan dengan kecamatan Palmatak serta pengadaan stadion olahraga yang berlokasi di Tanjung Momong. “Untuk stadion olah-raga di Tanjung Momong, akan kita buat juga pusat keramaian, Masjid Agung Kabupaten Anambas, serta sekretariat Per-guruan Tinggi yang rencana-nya akan dibangun di Kepu-lauan Anambas ini.” papar Bupati KKA dalam jumpa pers.
Mengenai anggarannya, Bupati menerangkan proyek-proyek tersebut akan memakan anggaran sebesar 1,65 triliun rupiah. 1 triliun dialokasikan untuk pembangunan jembatan, 100 milyar untuk pengerjaan bandara, 400 milyar untuk membangun pusat perkanto-ran, serta 150 milyar untuk membangun stadion olahraga, lengkap dengan Masjid Raya dan sekretariat perguruan tingginya. Saat ditanya dari-mana akan mendapatkan dana sebesar itu, Bupati optimis anambas bisa mendapatkan. “Kita akan usahakan bersama-sama. Saya yakin pasti bisa kita dapatkan” ungkap nya optimis. >> Sarma/SES
