Bupati Dan Jajaran DPRD Jombang Dialog Bersama Warga

BupatiJombang, (MR)
Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko bersama Jajaran DPRD Jombang melakukan kegiatan serap aspirasi ke masyarakat. Pada kesempatan ini (Minggu/13/8) wilayah yang didatangi adalah Desa Pengampon Kecamatan Kabuh. Selain untuk serap aspirasi, kegiatan yang dilakukan di Balai Desa Pengampon Kecamatan Kabuh ini,dilakukan untuk mensosialisasikan program dari Pemerintah Daerah. Semisal program terbaru yakni tiga pilar dan kendaraan penunjang tiga pilar yang baru saja di sahkan oleh DPRD Jombang.”Oleh karena itu kami perlu datang ke desa-desa bersama anggota dewan yang lain untuk melihat  Secara langsung kondisi Riil di masyarakat,” Jelas Bupati Nyono Suharli Wihandoko.

Program Program Pemda semisal program mobil siaga desa, program 500 Juta/Desa juga dijabarkan secara detail oleh Bupati Nyono Suharli dan Jajaran Anggota Dewan yang menjelaskan secara bergantian. Dalam kesempatan ini seluruh hadirin diberi kesempatan untuk berdialog maupun memberikan pengaduan. “silakan mumpung ada Bupati dan Jajaran Anggota DPRD disini ,bapak Ibu dapat bertanya maupun mengadu tentang apa saja,” kata Supono Kades Tanjung wadung ketika memimpin jalannya dialog.

Dihadapan Jajaran Tiga Pilar (Kades, Bhabinkamtibmas, Babinsa) se Kecamatan Kabuh yang juga turut hadir, Ketua DPRD JombangH.Joko Triono menjelaskan bahwa Kebera daan tiga pilar di Kabupaten Jombang sangat dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Jombang maupun masyarakat. Sehingga perlu adanya alat untuk menunjang aktifitasnya. Dan  penunjang kinerja tiga pilar yang baru  disahkanoleh DPRD Jombang adalah kendaraan roda dua sebanyak 918 unit  untuk operasional tiga pilar. “Dan inilah salah satu hal penting yang perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat,”Tutur nya.

Senada dengan Ketua DPRD Jombang, Bupati Nyono Suharli Wihandoko bahwa  keberadaan tiga pilar sebenarnya sudah ada sejak dulu, hanya saja namanya yang berbeda, namun demikian fungsi pengayoman kepada masyarakat sama. “sehingga peran tiga pilar saat ini memang sangat dibutuhkan masyarakat, karena salah Satu fungsi yaitu memberikan rasa nyaman,”jelasnya.

Bupati Nyono Suharli melanjutkan dengan adannya tiga pilar segala persoalan kecil bisa diselesaikan pada tingkat desa tanpa harus dilaporkan ke polsek ataupun polres. karena selama ini jika disetiap desa muncul adanya persoalan, masyarakat langsung melaporkan ke polsek, padahal persoalan tersebut persoalan kecil yang sebenarnya bisa selesaikan,  “Contohnya jika ada masyarakat mencuri sandal masak harus dilaporkan atau ada warga yang mencuri pisang, namun penyelesaikannya cukup diselesaikan ditingkat desa,”kata Bupati mencontohkan.

Wakil Ketua DPRD, Minardi yang juga ikut dalam rombongan ini menambahkan bahwa tidak hanya orang mencuri atau berantem, namun persolan-persolan pemerintah juga menjadi tugas tiga pilar.

“Seperti warga dusun banyuasin desa kro mong yang saat ini mengalami kekurangan air bersih, dengan adanya persoalan seperti itu, tiga pilar harus mengakomodir keiinginan masyarakat dan dan keinginan masyarakat bisa langsung disamaikan kepada kecamatan atau pemerintah daerah,”kata Minardi. >>Sabit/Hms

Related posts