NATUNA(MR)- Ismail Adam, terlihat lesu, saat ditemui wartawan, di beranda teras rumahnya, 22/06/2018.
Memakai kaos berwarna orange , dipadu dengan celana pendek, Ia duduk sendiri, sambil menikmati secangkir kopi hitam.
Tatapannya terlihat kosong.Sementara jam sudah beranjak malam.
Lelaki berprofesi sebagai Nelayan tradisional itu belum juga berangkat melaut.
Propesinya sebagai nelayan tradisional, seakan terabaikan, akibat ulah permainan para tengkulak pengepul ikan di Daerahnya.
Ia resah, akan adanya permainan Harga antara pengepul dan nelayan tempatan, jika mereka menjual langsung hasil tangkapan ke Tempat pelelangan ikan.Pada hal Menteri Susipuji Astuti membangun tempat pelelangan ikan guna mensejahterakan kehidupan nelayan kecil . Jika begini, Yang sejahtera bukan Nelayannya, melainkan pengepul .
Dikatakanya Harga jual ikan di Natuna kurang menguntungkan bagi nelayan tempatan, karena di kecamatan Bunguran Barat, berpenduduk +3000 orang dikuasai 3 pengepul ikan,dengan harga beli yang berbeda-beda.
Dilansir dari datariau.com, tiga pengepul ikan diketahui bernama Izhar,Even dan Sap.Jika mereka menjual ketempat pelelangan , harganya sangat mencolok, dibandingkan Nelayan.
Ada perbedaan harga, antara Rp. 2000-3000/ Kg. Entah permainan apa yang dilakukan ,sehingga harga bisa jatuh jika nelayan langsung jual. “Saya rasa permainan oknum, antara pengepul dengan pihak pengelola pelelangan ikan di selat lampa”.Meski perbedaan harga antara Rp 2000-3000 rupiah, jika dalam 1 hari, hasil tangkapan nelayan Sedanau , mencapai puluhan sampai ratusan ton, berapa nilai diterima para tengkulak atas permainan harga dilakukan oleh mereka?.Ini tidak boleh dibiarkan, Kami minta bantuan Pemerintah untuk melakukan teguran terhadap pengelola pelelangan ikan diselat lampa.
Bila perlu aparat hukum ikut serta, bukan tidak mungkin ada oknum, ikut kongkalikong, dengan tengkulak, soal harga .
Yang cari ikan kami ,bukan 3 pengepul itu.kalau lah pemerintah pusat ingin bantu buatlah kebersamaan harga, Ungkap Nelayan Kecamatan Bunguran Barat ini.
Ia juga minta penjelasan kepada Pemerintah Pusat maupun Daerah, apa bedanya mereka dengan pengepul saat menjual ikan di tempat pelelangan ?.Kenapa harga ikan bisa jauh lebih mahal jika pengepul yang jual ketimbang Nelayan?, Ada permainan apa antara pengepul dengan pihak pelelangan ikan?.tanyanya lagi.
Sementara dilaut, Kami berjuang mencari nafkah ,buat keluarga, dengan resiko tinggi. Tolong setarakan harga, pungkas Ismail Adam./Roy.

