Bombana, (MR)Perhatian Pemerintah Daerah Kabupaten Bombana, Sulawesi Teng gara terhadap kesehatan patut mendapat acungan jempol.
Pasalnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang sedang dalam proses pembangunan ditargetkan menjadi Rumah Sakit bertaraf Internasional. “Itu (Bertaraf Internasional, red.) yang kita kejar,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana dr.H. Sunandar, M.M.Kes kepada awak Media Rakyat di ruang kerjanya, Kamis (19/7).
Menurutnya, target tersebut bukan hal yang mustahil, karena dalam akreditasi RS pemerintah tengah menerapkan penilaian berstandar Internasional. Sehingga, kata dia, meskipun pada akhirnya RSUD Bombana memperoleh akreditasi bertaraf nasional, namun gedung dan fasilitas RS yang disiapkan dimaksimalkan untuk memenuhi persyaratan sesuai standar Internasional. “Ya, bertaraf international, karena standar akreditasi yang terbaru Tahun 2018 itu berdasarkan standar Internasional,” tambahnya.
Untuk mencapai target tersebut, lanjutnya, pihaknya membutuhkan anggaran Rp 60 miliar. Dana sebesar itu, kata dia, sudah cukup untuk menyelesaikan gedung bangunan utama RS sesuai desain yang ada saat ini yang ditargetkan pembangunannya tuntas Tahun 2019.
Setelah bangunan utama selesai, lanjutnya, RSUD Bombana sudah bisa diajukan untuk penilaian akreditasi, sehingga pihaknya mengasumsikan penilaian akreditasi ulang Tahun 2020 sudah dilakukan di Rumah Sakit yang baru.
Untuk diketahui, dana Rp 60 miliar yang dibutuhkan untuk pembangunan RSUD Bombana saat ini masih dalam tahap penggodokan dalam bentuk pinjaman bank. Nasib RSUD Bombana tergantung dari terealisasinya pinjaman tersebut.
Karena dengan pinjaman itu, dapat menggenjot pembangunan gedung sesuai yang direncanakan, dan dengan terbagunnya gedung uatama, pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga baru dapat mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan kesehatan.
“Janji dari Kemenkes, kalau daerah bisa menyediakan gedungnya, maka kemenkes siap membantu menyediakan alat kesehatan. Kementerian Kesehatan tidak akan membantu kalau tidak ada gedung,” ujar jelasnya.
Jika, pembangunan RSUD Bombana tuntas, kata mantan Direktur RSUD Bombana ini, maka RS ini tidak hanya akan melayani masyarakat Bombana, tetapi masyarakat Kabupaten tetangga seperti Konawe Selatan dan Muna Barat akan lebih mudah datang berobat di RSUD Bombana.
“Ada hal yang menjadi impian kita. Yang ada dalam benak saya, kalau kita bisa menyelesaikan kita punya Rumah Sakit, saya sangat optimis bukan Cuma masyarakat Bombana yang terlayani, tetapi masya rakat Konawe Selatan terutama yang di sekitar Tinanggea dan masyarakat pesisir Muna Barat, akan lebih gampang mengakses ke sini (RSUD Bombana, red.),” imbuhnya. >>HT
