Bombana, (MR)
Kepala Bappeda Bombana, Drs.Sukarnaeni mengatakan, kapasitas daya lsitrik di Bombana ke depan bakal mengalami surplus. Pernyataan itu diungkapkan sehubungan dengan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Mobile (PLTGM) kapasitas 10 MW di Desa Lampata, Kec. Rumbia Tengah dan Rencana Pembangunan Gardu Listrik Kapasitas 150 KV di Kelurahan Laeroro, Kec. Rumbia.
“Energi listrik di Bombana bisa surplus, dan masyarakat bisa menikmati listrik secara maksimal,” kata Sukarnaeni di Ruang kerjanya kepada Media Rakyat, Senin (26/9).
Menurutnya, terkait pembangunan PLTGM, Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) telah menerbitkan rekomendasi kesesuaian tata ruang wilayah, termasuk lahan seluas empat hektare sudah dibebaskan oleh Pemerintah Daerah. “Rekomendasi tata ruang dan pembebasan lahan sudah ada,” ujar mantan Kepala Dinas Perhubungan Bombana ini.
Sementara itu, Supervisor Teknik PLN Rayon Bombana, Yulianus, mengungkapkan, kapasitas daya yang tersedia saat ini sebesar 6,150 MW. Menurutnya, jumlah tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan PLN Bombana yang saat ini berjumlah 17.160.
Dengan pelanggan sejumlah itu, kata dia, hanya membutuhkan daya sebesar 5,5 MW pada malam hari dan 5,7 MW pada siang hari. “Kapasitas daya yang tersedia saat ini, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggan,” jelas Yulianus kepada Media Rakyat di ruang kerjnya, Jum’at (7/10).
Pada kesempatan itu, Yulianus, mengungkapkan kalau masih terdapat sejumlah wilayah yang hingga saat ini belum terjangkau pelayanan PLN. Antara lain, Kecamatan Kepulauan Masaloka Raya, Mataoleo dan sejumlah desa di Kecamatan Poleang.
“Setelah PLTGM Lampata beroperasi, maka semua desa di kecamatan tersebut akan dilakukan pelayanan,” imbuhnya. >>HT
