Tanjab Timur, (MR) – Meski baru selesai dikerjakan di tahun 2016, bangunan Jembatan Gantung Sinar Wajo sudah retak-retak pada lantai jembatan dan tiang penahan, pantauan wartawan MR, Kamis (30/6/2017).
Keretakan berbentuk vertikal pada sisi kiri dan kanan jembatan. Retakan memanjang sampai ke dasar jembatan. Sebagian tembok penahan terancam ambruk ke sungai.Akibatnya, banyak masyarakat yang tidak tahu tentang proyek apa yang sedang dilakukan di desanya. Sehingga realisasi proyek itu pun sulit diawasi. Padahal, masyarakat sangat berkepentingan dengan informasi pelaksanaan proyek seperti di kawasan desa sinar wajo Kecamatan.
Mendahara Ulu, saat dalam pelaksanaan pengerjaan proyek, tidak dipasangi papan nama proyek pembangunan yang dikerjakan.hal ini menjadi pertanyaan oleh masyarakat dan terkesan menjadi pembodohan. Terlihat pada retakan ditutupi acian campuran cat semen yang masih baru. Namun usaha itu gagal karena celah retakan terlampau jelas, apakah Dinas Pekerjaan Umum Tanjung Jabung Timur sebagai pengelola proyek tersebut sudah mengetahui kondisi bangunan tersebut atau tidak. Yang jelas, bangunan itu sudah di-PHO dan saat ini sedang dalam proses pemeliharaan.
Di duga proyek bernilai kontrak miliaran rupiah itu di kerjakan tidak sesuai bestek. Akibat lemahnya pengawasan pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Tanjab Timur terhadap pekerjaan proyek yang baru selesai digarap membuat kontraktor pemenang tender memanfaatkan celah tersebut. Bisa jadi, banyaknya penyimpangan dilapangan yang dilakukan antara kontraktor pelaksana proyek dengan pihak pengawas dari Dinas terkait terindikasi kongkalikong. Padahal sudah jelas dalam aturan main semua pengerjaan harus sesuai bestek, namun faktanya seringkali pengerjaannya ngawur dan jauh dari yang ditentukan. >>Priyanto
