Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs.H.Hasan Basri,MM tampaknya tidak pernah gentar dengan berbagai pemberitaan para Kuli Tinta yang dimuat diberbagai Media Cetak maupun Media Elektro-nik yang ada di Kota Medan, terkait beberapa temuan Indi-kasi Tindak Pidana Korupsi terhadap Penggunaan Dana APBN, APBD, DAK maupun DAU.
Pemberitaan miring terkait kinerja Dinas Pendidikan Kota Medan yang sarat dengan Indikasi Tindak Pidana Korupsi (KKN) dan terkesan mengham-bur-hamburkan dana yang ada ditanggapi Hasan Basri dengan kesan masa bodoh atas semua pemberitaan miring yang ditu-dingkan kepadanya, Kesan masa bodoh yang diperlihatkan Drs.H.Hasan Basri, MM dalam menanggapi pemberitaan media masa baik Cetak maupun Media Elekronik membuat beberapa LSM dan mereka yang menama-kan diri KULI TINTA (Warta-wan red) yang ada di Kota Medan gerah kerenanya.
Ketua Umum LSM Republik Rakyat Anti Korupsi (REAKSI) Sumatera Utara M.Hidayat Hasibuan,SH ketika ditemui disela-sela kegiatan Safari Ramadhan yang diadakan LSM Reaksi Sumut diberbagai tempat dalam mengisi kegiatan Lemba-ga tersebut pada Bulan Suci Ramadhan 1432 H tahun ini, Hidayat membenarkan adanya opini yang bekembang ditengah masyarakat Kota Medan yang terus berkiprah dalam memper-hatikan dunia pendidikan di Kota Medan bahwa kepemim-pinan Drs.H.Hasan Basri, MM selama menjabat selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan tekesan masa bodoh dan Kebal Hukum
“Pak Hasan Basri tidak akan pernah takut dengan model pemberitaan apapun, buktinya tidak satupun pemberitaan yang kawan-kawan tulis berhasil menyeret Hasan Basri keranah Hukum, betulkan ?” terang Hidayat saat ditemui Wartawan sesaat selesai ber-buka puasa bersama dengan 50 orang anak yatim piatu di kawasan Kec.Medan Sunggal. Hal ini membuktikan betapa harmonisnya hubungan antara Hasan Basri dengan Aparat Penegak Hukum di Negeri ini sehingga tidak satupun pembe-ritaan maupun temuan tindak pidana korupsi yang disam-paikan beberapa LSM yang ada dan Tulisan para Insan Pers yang dapat dijadikan oleh Apa-rat Penegak Hukum sebagai titik awal untuk melakukan penyeli-dikan.
Sejak tahun 2009 sampai dengan 2011 ini LSM Reaksi Sumut sudah melakukan Inves-tigasi/Monitoring sebagai usaha LSM Reaksi Sumut dalam melakukan pengawasan selaku Sosial Control Masyarakat dalam kurun waktu tersebut sebanyak 35 kasus yang ditemu-kan 15 diantaranya telah disampaikan kepada Aparat Penegak Hukum mamun beberapa kasus Indikasi Tindak Pidana Korupsi yang disam-paikan kepada Aparat Penegak Hukum tidak satupun yang berhasil menyeret Hasan Basri untuk dijadikan tersangka “Bukan data yang kita sampai-kan yang tidak falid, mungkin hubungan yang harmonis tadi yang dipandang perlu” terang Hidayat dingin.
Untuk itu dalam waktu dekat ini LSM Reaksi Sumut akan melakukan Unjuk Rasa Besar-Besaran dengan melakukan Koalisi Koordinasi dengan berbagai LSM yang ada di Kota Medan, Terkait Penggunaan Dana DAK Tahun 2010 untuk Program Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dan Penggu-naan Dana yang bersumber dari PAD untuk Program Pengadaan Halaman, Pagar dan MCK Sekolah Tahun 2010 serta Temuan dan Penga-duan Masyarakat yang telah direspon oleh LSM Reaksi Sumut dengan melakukan membentuk Tim Investigasi/Monitoring terkait Penerimaan Siswa Baru tahun 2011 yang baru lalu.
“Kita akan melakukan Koor-dinasi Antar LSM dalam waktu dekat ini dengan mengupulkan dan mencari persamaan Panda-ngan dengan beberapa LSM yang ada di Kota Medan, dari laporan yang saya terima sudah ada 5 LSM yang bergabung bersama kita diantaranya LSM LIFI, LSM Proletar, LSM ICW Sumut, LSM GAKIN, LSM LP2KN dan mungkin akan lebih banyak lagi yang akan berga-bung dengan kita” terang Hidayat sesaat selesai berbuka Puasa yang dilanjutkan dengan Sholat Magrib berjamaah. (Torang Sihite)

