Batu Akik Jenis Badar 1 Ton Ditemukan di Pagaralam

batuPagaralam, (MR)
Penemuan batu akik seberat 1 ton yang diklaim berjenis giok, mendapatkan perhatian serius berbagai pihak. Salahsatunya dari Komunitas Pecinta Batu Akik Pagaralam (Kompag). Komunitas ini, menyayangkan, penyebutan giok untuk batu akik berukuran jumbo itu dan hasil penelitian ternyata jenis batu tersebut “Badar”. “Kita sudah melihatnya secara langsung. Jelas itu bukan giok. Melainkan berjenis badar,”tegas Ketua Umum Kompag Melisi didampingi Ketua Harian Eko Imam Fatoni melalui Ketua Bidang Humas Hendri Chiken.

Batu giok, jelas Hendri, memiliki karakteristik spesifik. Seperti memiliki tingkat kekeristalan yang tinggi. Kemudian, memiliki warna tunggal hijau terang dan tembus cahaya. Sementara badar tidak berbentuk kristal. Bahannya pun tidak tembus cahaya, warnanya pun tidak tunggal. “Yang pasti, batu asli Pagaralam itu didominasi jenis badar (tidak tembus cahaya). Sangat jarang ditemukan yang berbentuk kristal, apalagi giok,”bebernya.

Karena sudah heboh, Hendri meminta agar penyebutan nama giok itu segera diklarifikasi. Dengan demikian, warga terutama gemslover mendapatkan informasi yang benar. “Tugas kita bersama untuk saling memberitahu,”ucapnya. Di sisi lain, Hendri bersama tim Kompag memberikan apresiasi yang tinggi bagi warga yang telah berusaha keras mencari batu akik itu. Menurutnya, munculnya batu akik itu menunjukkan bahwa Pagaralam memiliki potensi batu akik yang besar.Seperti diketahui, dunia gemstone Pagaralam geger. Itu setelah Kamhar, warga Dusun Gunung Agung Ilir Kecamatan Dempo Utara, menemukan batu akik raksasa. Konon, batu akik dengan ukuran jumbo ini berjenis giok. Kini, batu tersebut berada di kediaman pribadi

Pantauan koran ini, keberadaan batu akik tersebut membuat semua orang penasaran. Tiap hari, kediaman Kamhar diramaikan warga. Ada yang percaya bahwa batu itu adalah giok, ada pula yang masih ragu-ragu. Saat ditanya itu apakah itu adalah batu giok, dengan tegas Kamhar membenarkannya.

Dia memiliki argumen, bahwa batu giok tak selamanya harus berwarna hijau. “Saya yakin ini adalah batu giok,”tegas Kam sapaan akrab pria yang juga menjabat Ketua RW Dusun Gunung Agung Ilir. Untuk lebih meyakinkan, Kam lantas memberikan bukti bahwa di batu tersebut ada bagian yang tembus cahaya. “Soal tembus cahaya ini sudah ada buktinya. Makanya, kami tak ragu lagi menyebutnya giok,”klaimnya. >>Ek

Related posts