Bombana, (MR)Pemerintah Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, akan menjadikan Bahasa Moronene sebagai kurikulum Muatan Lokal (Mulok). Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bombana, Adbul Rauf Abidin, S.Pd kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/11).
Menurutnya, sebagai upaya untuk melestarikan keanekaragaman budaya dan nilai-nulai budaya lokal Bombana, bahasa daerah moronene penting untuk ditonjolkan dengan cara menjadikannya sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah. “Untuk pelestarian budaya dan mempertahankan nilai-nilai budaya asli daerah Bombana, salah satu caranya kita masukkan pelajaran bahasa moronene ke dalam pelajaran sekolah,” jelas Abdul Rauf.
Mengingat pentingnya kurikulum bahasa moronene tersebut, mantan Kepala Badan Kesbangpol Bombana ini mengaku akan segera mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ke DPRD Bombana agar kurikulum Mulok Bahasa moronene dapat segera diberlakukan di sekolah. “Sangat, sangat penting. Karena itu kan pelestarian budaya, jadi itu sangat penting diperhatikan untuk tetap menjaga ciri khas lokal daerah dan kami sudah merencanakan pengusulan muatan lokal Bahasa Moronene untuk menjadi pelajaran di sekolah,” tambahnya.
Mantan Sekertaris Dikbud Bombana ini berharap, semua stakeholder yang ada dapat mendukung upaya Pemkab Bombana untuk menjadikan Bahasa Moronene sebagai kurikulum Mulok. “Kami berharap agar semua yang terlibat dapat bersinergi dalam pengusulan ini,” tukasnya.
Abdul Rauf mengaku instansi yang dipimpinnya sangat konsisten untuk melestarikan nilai-nilai budaya lokal moronene. Faktanya, tahun 2017 ini pihaknya telah menelurkan dua buah buku tentang budaya moronene, yakni buku tentang Kada dan Tolea. Buku Kada adalah buku mengenai sastra lisan suku moronene yang merupakan bagian dari kebudayaan daerah Kabupaten Bombana yang isinya menunjukkan kekayaan budaya dan nilai-nilai rohani dalam bentuk moral, karakter, nilai-nilai, gagasan, cita-cita dan pedoman hidup masyarakat suku moronene.
Sedangkan Buku Tolea (Penyenggara Adat), membahas mengenai tugas tolea secara utuh dalam penyelenggaraan adat moronene antara lain dalam hal perkawinan, asusila dan perdamaian. >>MR
