Mencermati pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan Jl. P. M. Noor (Pasir Mas) yang dananya bersumber dari APBD Tahun 2016 sebesar 13,9 Miliar Rupiah. Yang pelaksanaan proyeknya dimulai bulan Februari 2016 dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender.
Di lapangan, proyek yang masih berumur seumur jagung tersebut ternyata pada saat pelapisan aspal, aspalnya sudah mengalami keretakan dan bahkan saat wartawan Media Rakyat ke lapangan (10 Mei 2016) ada beberapa titik yang dilakukan pemotongan untuk dilakukan pemadatan dan pengaspalan ulang
Di lapangan Media Rakyat mendapatkan keterangan bahwa keretakan jalan tersebut dikarenakan daerah depan PLTD trisakti merupakan daerah genangan air karena drainasenya tidak berfungsi maksimal, hal inilah yang menjadi penyebab utama hingga pekerjaan tersebut menjadi koreksi Dinas P.U. Biasanya dalam pelaksanaan pekerjaan sebelum dilaksanakan ada rapat akhir yang dihadiri oleh pelaksana, pengawas, dan dinas PU selaku penyedia pekerjaan yang tujuannya adalah membahas kendala-kendala dilapangan.
Tanggal 13 Mei 20016 Media Rakyat kembali ke lapangan dengan tujuan agar sama sama melihat kondisi real di lapangan, melalui PPTK (Yusar) menjelaskan bahwa dia selaku PPTK akan mengawasi pekerjaan tersebut sesuai dengan apa yang d isyaratkan dalam RAB, lebih lanjut Yusar menjelaskan kondisi keretakan jalan (Retak Buaya) tersebut di karenakan oleh prilaku Masyarakat sekitar yang usaha kios/toko dan warungnya berada persis ditepi jalan P. M. Noor menyiram jalan dengan tujuan agar kondisi sekitar lingkungannya tidak berdebu, padahal tindakan masyarakat tersebut mengakibatkan proses pengerasan jalan sebelum pengaspalan akan menjadi basah dan tentunya akan berpengaruh pada kualitas pelapisan aspal nantinya, untuk itu pihak kontraktor dan penyedia kerja (Dinas PU) sudah menegur masyarakat agar tidak melalukan penyiraman.
Yusar juga menjelaskan bahwa dengan klasifikasi jalan klas III ternyata di lapangan jalan tersebut menjadi lintasan kendaraan berbobot melebihi kalsifikasi yang diisyaratkan, padahal dalam proses pemadatan jalan tersebut sebelum dilakukan pelapisan aspal pihaknya sudah melakukan Test Sand Cone yang tujuannya adalah untuk mengetahui kepadatan jalan sebelum dilakukan pengaspalan dan juga Test Feet untuk mencek ketebalan agregat, yang kemudian dilakukan pemadatan dengan menggunakan Vibro Roller.
Dalam proses pemadatan Yusar menjelaskan pihaknya juga menggunakan bahwa Truck Tanki Air agar proses pemadatan Agregat dalam kondisi padat makmimal. >> A.M
