Bekasi, (MR)
Dijamin sekarang ini banyak terjadi bencana dengan tidak diduga-duga seperti gunung meletus, tebing runtuh, pinggir sungai longsor dan itu lagi yang disebut si Jago Merah ngamuk menghabiskan tempat tinggal manusia, tidak sedikit manusia akibat ngamuknya si Jago merah orang jadi sengsara kehilangan tempat tinggal bahkan si Jago Merah kalau ngamuk kompak dimana-mana.
Di daerah Bekasi yang paling rawan banjir adalah di Muaragembong pedesaan dan perkampungan dilingkari sungai tidak sedikit ada puluhan titik bibir sungai yang rawan longsor bahkan yang sudah longsor besar ada ratusan meter dilokasi kampong biyombong di bibir sungai Citarum ratusan meter dan menghanyutkan 6 Rumah warga yaitu salah satunya rumah Bapak Amat dan warga lainnya. Perbaikan yang terkena longsor belum maksimal di perbarui oleh PT WIKA masih amburadul adanya. 2011 Depsos provinsi Jawa Barat telah menyelenggarakan pelatihan penanggulangan bencana di daerah Muara gembong yang tempatnya di Desa Pantai Bakti (di SDN) yang pesertanya ratusan orang/penduduk Muaragembong.
Namun pada kenyataannya, terjadi bencana banjir di Muaragembong tidak ada seorangpun peduli sesuai anjuran Depsos, kepada penduduk yang sudah di tatar selama 3 hari ada kemungkinan melihat air besar ketakutan, seorangpun tidak ada yang berani mencegahnya.
Kamis (11-06-15) Kabid BPBD H. Mudrika Bekasi telah menyelenggarakan pelatihan persiapan adanya bencana banjir di Muaragembong dengan menghadirkan peserta latihan puluhan peserta, tempat penyelenggaraan latihan di Desa Pantai Mekar Muaragembong sebagai dapur umum di rumah Bapak Halimi tokoh Masyarakat Muaragembong.
Bapak Halimi di konfirmasi oleh Wartawan Media Rakyat, menuturkan Muaragembong oleh Kabid DPDB Bekasi Bapak H. Mudrika merasa perlu adanya peserta latihan penanggulangan Bencana karena Muaragembong Sungainya banyak yang rawan longsor, pantai lautnya sudah ke makan ABRASI ribuan hektar justru itu perlu adanya Masyarakat yang sudah terlatih mampu mengatasi Bencana.
Ada Masyarakat mengatakan saya hidup sudah usia lanjut belum pernah ada orang yang bias menghalangi angina taufan, Gempa, Longsor dan Tsunami paling bias hanya lari, menurut saya sih bibir citarum ketahuan rawan longsor segera diperbaiki Pantai Laut Gundul segera ditanami. >> A. Nata Wijaya
