Augus: FKUB Leading Sector Kerukunan Antar Umat Beragama

Anambas,(MR)
BADAN Kesatuan Bangsa, Politik (Bakesbang Pol) mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) di Aula Hotel Tarempak Beach Selasa (27/06) silam. Acara yang dihelat tersebut mempunyai tujuan menyatukan persepsi FKUB Kabupaten and FKUB Kecamatan dalam hal memelihara kerukunan antar umat beragama dan melaksanakan dialog bersama antara FKUB kabupaten bersama FKUB Kecamatan serta Merangkum aspirasi Ormas Keagamaan dan aspirasi masyarakat.
Kepala Bakesbang Pol KKA, Baharudin Thalib juga menjelaskan bahwa dalam moment seperti ini bisa dipergunakan untuk menggalang FKUB di KKA agar lebih mengoptimalkan perannya dalam membangun, memelihara dan membina umat beragama dalam hal kerukunan dan kesejahteraan. “dengan acara ini kita juga bisa menggalang FKUB utnuk megnoptimalkan peran dalam hal kerukunan umat beragama,” kata Bahar.
Peserta Rakor terdiri dari 67 orang berasal dari FKUB Kabupaten 17, dewan pengurus 8. FKUB Siantan Dewan Pengurus 11 orang, Dewan pengarah 3 orang. FKUB Kecamatan Siantan Tengah Dewan Pengarah 3 Orang, Dewan Pengurus 11 Orang. FKUB Kecamatan Siantan Selatan, Dewan Pengarah 3 orang, Dewan Pengurus 14 Orang.
Sementara itu Asisten III Setda KKA, Augus Raja Unggul, S.Sos, MPA mengatakan FKUB merupakan leading sector dalam menghadirkan keselarasan, keseimbangan dan keharmonisan Terkait dalam kerukunan antar umat beragama.  Pemerintah telah mengeluarkan peraturan bersama menteri no 8 dan no 9 antara Menteri Agama dan Menteri dalam negeri tahun 2006 yang mengatur tentang bagaimana memelihara kerukunan umat beragama di Indonesia.”Pemerintah sudah mengeluarkan bebrapa UU mengenai kerukunan umat beragama. Itu harus dilaksanakan dan FKUB menjadi Leading sectornya,” papar Augus.
KKA sudah lama membentuk FKUB yakni sejkatahun 2010 dan sebagai tindak lanjut Bakesbang Pol juga sudah membentuk FKUB Kecamatan. Hal ini dilakukan karena FKUB memiliki peran dan tugas yang dinilai sangat penting bagi KKA dalam menjaga dan memelihara kerukunan antar umat beragama. “Kita sudah bentuk FKUB baik di Kabupaten maupun kecamatan-kecamatan. Mengapa? Karena FKUB itu punya peran penting dalam membina kerukunan antar umat beragama, apalagi KKA termasuk daerah yang sangat beragam, apalagi dalam hal kemajemukan beragama,” jelas Augus.
Menurut Augus, kerukunan dalam perbedaan itu adalah hal yang harus dijaga dan kelola dan baik. Kalau tidak kemajemukan berbagai agama ini akan rentan terjadi konflik. Seperti diketahui dewasa ini sering terjadi konflik yang bernuansa agama yang terjadi di Negara Indonesia, baik disengaja maupun yang disinyalir di setir oleh pihak-pihak yang sengaja memanfaatkan isu perbedaan agama sebagai pemicu konflik demi kepentingan pribadi. “Yang penting kita mesti waspada dengan mendeteksi secara dini kemugnkinan-kemungkinan ancaman konflik antar umat beragama dengan wadah FKUB. Dengan adanya FKUB, para pemeluk agama dapat berdialog untuk membahas fenomena-fenomena yang berkembang dimasyarakat mengenai kerukunan antar umat beragama dan segera mencari solusi bila disinyalir ada ancaman konflik yang akan berakhir tidak baik. Inilah fungsi penting FKUB,”papar Augus.
Diakhir sambutannya, Augus menghimbau agar peranan FKUB dapat dirasakan manfaatnya dan maksimalkan perannya agar kerukunan antar umat beragama di KKA dapat berjalan dengan baik, “Walapun kita mempunyai latar belakang dan pemahaman berbeda, yang perlu dipahami kita adalah satu bangsa Indonesia. Mari kita tingkatkan kesatuan dan persatuan karena dengan begitu kita mampu membangun bangsa Indonesia,” kata Augus menyampaikan himbauannya. >> Eichiro/ Edo

 100 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Related posts