Bandung,(MR)
JUMLAH Kelompok Tani alumni kegiatan perlindungan tanaman hortikultura termasuk alumni SL-PHT Tanaman Hortikultura relatif masih sedikit yaitu 160 kelompok tani di bandingkan dengan kelompok Tani yang ada di Jawa Barat lebih dari 30 ribu kelompok Tani.
“Namun demikian, saya tetap optimis karena para petani alumni merupakan aset sumber daya manusia yang sudah terlatih dan akan mampu menjadi penggerak bagi para petani di sekitar nya, dalam penerapan dan pengembangan tekhnologi pengendalian OPT Hortikultura ramah lingkungan dan pada akhirnya memberi dampak dan kontribusi dalam pengamanan dan peningkatan produksi hortikultura di Jawa Barat”. Hal tersebut di utarakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Jawa Barat, melalui kepala Bidang produksi Tanaman Hortikultura, Ir. Hj. Mariani Pradjadinata, dalam sambutannya di acara Forum Komunikasi Alumni kegiatan perlindungan tanaman hortikultura tingkat Jawa Barat, di Desa Sukaharja Kecamatan Sariwangi Tasikmalaya.
Menurut Mariani, pada dasarnya tekhnologi perlindungan Tanaman Hortikultura ramah lingkungan (sesuai konsep PHT) merupakan tekhnogi yang dinamis, praktis mudah di pelajari dan mudah di terapkan di lapangan. Sesuai kondisi agroekosistem di Jawa Barat yang sangat bervariatif dan perubahan iklim yang akan mempengaruhi pada pertumbuhan tanaman dan serangan OPT menuntut kita untuk terus berupaya mengantisipasi dampak perubahan iklim tersebut, serta meningkatkan kreativitas dan prakarsa dari petani dalam mengeksplorasi tekhnogi, sehingga petani dapat meningkatkan kemandirian dalam mengelola agribisnis hortikultura secara terencana, terkordinasi dan berkelanjutan.
Terkait hal tersebut, dalam acara tersebut menghasilkan rumusan Kelompok bahasan kelembagaan, pengembangan tekhnologi pengendalian OPT sayuran ramah lingkungan dan pengendalian OPT buah buahan ramah lingkungan.
Adapun pengendalian OPT adalah suatu upaya /tindakan untuk menekan keadaan OPT agar berada di bawah ambang ekonomi dengan menerapkan berbagai tehnik pengendalian yang serasi sehingga menghasilkan produksi yang di harapkan secara optimal serta terjaga nya kelestarian lingkungannya.
Disamping itu prinsip pengendali OPT, yaitu penerapan tekhnogi ramah lingkungan yang murah dan dapat di laksanakan dengan menerapkan tepat sasaran, tepat cara, tepat waktu, sehingga menghasilkan produksi yang berdaya saing.
Untuk menghasilkan produksi yang berdaya saing, perlu penerapan budi daya tanaman sehat, dengan menerapkan norma norma budi daya tanaman yang baik dan benar sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik serta mampu menangkal gangguan akibat serangan OPT, serta pengamatan berkala dengan melaksanakan kegiatan menghiotung, mengukur populasi OPT atau potensi musuh alami dengan penentuan tindakan pengendalian secara tepat dengan cara menciptakan lingkungan yang cocok bagi perkembangan musuh alami namun tidak cocok dengan perkembangan OPT. >> Dodi Sulaeman
