Jakarta,(MR)
SALAH satu Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok menuding hampir tidak ada anggota DPR RI yang transparan soal laporan anggaran. Ahok bersama pasangan Calon Gubernur (Cagub) Joko Widodo atau Jokowi dan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) menghadiri undangan Kapolda Metro Jaya, Inpektur Jenderal Polisi Untung S Rajab terkait pengamanan kegiatan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, di Markas Polda Metro Jaya, Senin pagi.
Wartawan bertanya terkait desakan penyelesaian dugaan tindak pidana yang menyeret Ahok, namun mantan Bupati Belitung Timur tersebut, menjawab selama dirinya menjadi anggota DPR RI melihat para anggota DPR tidak ada yang transparan soal laporan anggaran.
“Saya 2,5 tahun jadi anggota DPR, anda boleh lihat tidak ada anggota DPR yang transparan laporan anggarannya,” kata Ahok.
Ahok menantang tanggapan dari beberapa pengamat yang menuding dirinya terlibat tindak pidana, agar dibuktikan sesuai dengan alat bukti yang dimiliki.
Pada kesempatan itu, Ahok juga membantah dirinya terpilih menjadi Cagub DKI Jakarta berdasarkan keputusan Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto. “Itu bukan keputusan Pak Prabowo yang memilih saya, tapi keputusan DPP Gerindra,” ujar Ahok.
Bahkan Ahok juga mengungkapkan Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo sempat tidak menyukai dirinya menjadi calon pendamping Jokowi. >>Ediatmo
