Tidore, (MR)
Berinisiatif untuk tidak lagi memenuhi bursa pencalonan legislatif DPRD Kota Tidore Kepulauan 2014 sampai 2019 setelah peiode sebelumnya 2009-2014 sempat diamanati sebagai wakil rakyat di DPRD Kota Tidore Kepulauan, Nani Samad akhirnya memilih bergelut dengan bisnis KPR.
Bisnis perumahan KPR khusus di wilayah Kota Tikep, terbilang belum begitu membooming. Namun itu tidak membuat ia pesimis. Dengan tekad dan niat untuk membantu masyarakat dalam kepemilikan rumah, usahanya ini perlahan membuahkan sukses. Diawali dengan pembangunan perumahan non subsidi 14 unit, subsidi 24 unit ditambah 7 unit masih dalam proses pengerjaan membuatnya sebegitu sumringah saat diwawancarai MR.
Ditanya soal alasan yang mendasarinya banting stir ke dunia bisnis menurutnya keberadaan pelaku bisnis khususnya developer perumahan KPR sangatlah berperan pernting dalam memajukan perekonomian daerah. Konkritnya bisnis KPRnya akan berkontribusi penting bagi peningkatan PAD Kota Tidore Kepulauan. Selain itu menurutnya dengan bisnisnya ia terobsesi untuk membuka aula Kota Tikep ke depan yang memiliki icon kepemilikan perumahan.
Rumah menurut Nani, adalah investasi yang bernilai strategis ke depan bagi setiap keluarga. Paling tidak dengan KRPnya juga dengan nilai cost nya yang mudah dijangkau oleh masyarakat khususnya untuk subsidi, uang mukanya Rp 15.000.000,- dengan cicilan Rp 1.000.000,-/bulan selama 20 tahun, bisnisnya sangatlah membantu masyarakat.
Lokasi yang strategis, bebas banjir, infrastruktur, listrik dan air juga dalam lingkungan membuat perumahan KPR milik PT. Fira Ngai Range ini terbilang cocok bagi siapa saja yang meminatinya. Tak heran jika saat ini masyarakat dari kalangan PNS dan wiraswasta telah melakukan transaksi sebagai syartat kepemilikan rumah. Beragam tipe rumah bisa didapatkan diantaranya tipe 38, terdiri dari 2 kamar dan 1 kamar mandi, tipe 45 terdiri dari 2 kamar, 1 kamar mandi di samping itu juga tersedia tipe 55, 69 dan tipe 81.
Keberadaannya sebagai developer KPR baginya menuntut kerja yang fokus, kerja yang baginya adalah investasi juga untuk masyarakat. Ibu Rumah Tangga yang juga mantan politisi Tikep ini terobsesi mengembangkan bisnis KPR di Kota Sofifi sebagai kota baru, ibu kota provinsinya Maluku Utara. Namun ia berharap Pemerintah Daerah seyogyanya lebih memberikan kemudahan dalam soal pelayanan kepada pelaku bisnis dan usaha. >>Ateng/Saleh
