Majalengka, (MR)
LANJUTAN Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (P2IP) tahun 2013 sedang direalisasikan, dana P2IP yang semula terealisasi pada tahap satu baru sebesar seratus juta rupiah dan sekarang tahap kedua sudah terealisasikan sebesar seratus lima puluh juta rupiah, sehingga pagu anggaran sudah diterealisasi Rp.250.000.000,- namun untuk tahap kedua pencairanya dibagi 2 termin. Termin kesatu sudah diterima oleh penerima sasaran 50% senilai Rp.75.000.000,-dan termin kedua belum ada pencairan.
Penerima P2IP di Kabupaten Majalengka ada 6 Desa sasaran, Salah satunya Desa Randegan Wetan Kecamatan Jatitujuh, Desa Randegan Wetan telah menerima bantuan Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan (P2IP) tahap ke 2 sebesar Rp.150.000.000,- hanya saja pencairanya dibagi menjadi dua termin yang masing-masing termin sebesar Rp. 75.000.000,- dan termin kedua akan dicairkan setelah pengerjaan mencapai 50 %.
Desa Randegan Wetan merealisasikan program pengerjaanya diperuntukan pembangunan Drainase yang berlokasi di blok Alfalah, menurut pemaparan Kepala Desa Randegan Wetan Sunata,S.E kepada Media Rakyat selasa (18\8) diruang kerjanya, bahwa program P2IP ini merupakan program lanjutan tahap ke-1,dan untuk yang sekarang telah diterima dalam tahap ke-2 kisaran nilai anggaran yang akan diterima adalah sebesar Rp.150.000.000,- hanya saja yang telah dicairkan sebesar Rp. 75.000.000,- karena pencairanya dibagi 2 termin. Kepala Desa juga menyampaikan bahwa pengerjaan P2IP ini akan direalisasikan sesuai dengan kebutuhan yang sangat penting bagi menunjang kesejahteraan masyarakat khususnya para petani,karena pengerjaan P2IP ini diperuntukan membangun Drainase, dan pekerjaan tersebut dialokasikan diwilayah blok Al-falah, dengan volume panjang 508 m, Lebar 40 cm, dan Tinggi 80 cm dari bawah tanah.
Dalam hal ini Kepala Desa Sunata juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaanya ditangani oleh OMS, jadi kami hanya mengawasi agar pelaksanaanya sesuai dengan yang diharapkan. Adapun ketua OMS adalah Ahmad, dan bendaharanya adalah Lusianawati, jadi pengerjaan dan pelaksanaan sepenuhnya diserahkan kepada OMS, begitu jelasnya. >>Kris
