Bandara Ranai, Diminta di Overlay?

Sekretaris Dishubpostel M.Amin Saat memberi keteranganKondisi RanwayNatuna, (MR)
Bersandar dikursi kerja, Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, M. Amin, terlihat kecewa. Pasalnya, sudah tiga kali anggaran diajukan, overlay bandara Ranai, hingga hari ini belum jelas juntrungannya. Tolonglah diberitakan, agar anggaran overlay Bandara Ranai bisa secepatnya terwujut ucap M. Amin sedikit lirih.

Pernyataan Sekretaris Dinas Perhubungan telekomunikasi Kabupaten Natuna ini, sangat beralasan, sebab dari hasil pantauan, dan survey yang dilakukan dilapangan, beberapa landasan pacu, sudah mulai berlobang. Parahnya lagi, jika hujan tiba, pada landasan pacu, terdapat genangan air. Itu artinya, landasan tersebut sudah tidak rata dan mengalami penurunan. Ini bisa berakibat fatal bagi penerbangan, ucapnya. Saat di temui di ruang kerja senin pekan lalu. Sambil menunjukkan hasil survei dilapangan, berupa foto runway sudah berlubang. Kemudian di beberapa titik terdapat kubangan air besar, karena jalur landasan sudah tidak merata.

Persoalan ini sudah 3 kali diusulkan pada pihak Kementerian Perhubungan namun belum ada tanggapan, artinya setiap tahun anggaran, kita tetap mengajukan perbaikan, dengan maksud, supaya runway (landasan) segara di overlay. Namun, hasilnya “nihil”. Padahal, sejumlah syarat dan perencanaan sudah rampung sejak 3 tahun silam. Bahkan, pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna telah melakukan MoU dengan TNI Angkatan Udara Ranai.

Menurut M. Amin, sejak tahun 1983- 2015, runway Bandara Ranai  tidak pernah di overlay. Bukan tidak mungkin terjadi insiden saat pesawat mendarat atau lepas landas, mengingat kondisi runway sudah mulai mengkawatirkan. Sudah tidak mendukung standar penerbangan. “Kami khawatir, tajamnya material batu, membuat ban pesawat pecah, karena terjadi gesekan saat pilot melakukan pengereman,” katanya. “Oleh karena itu Kami minta segera di overlay sebelum memakan korban”. Lanjutnya.

Sebelumnya, Kita, (Pemkab Natuna-red) telah mengadakan rapat dengan Bappenas, terkait persoalan ini dan disepakati RKA/KL Rencana Kegiatan Anggaran Kementerian Lembaga. Dan mereka mengatakan usulan itu sudah masuk, Namun, sampai sekarang belum ada titik terang apakah Ranway itu dapat anggaran atau tidak. Jangan sudah kejadian, semua pihak, “mati- matian” mencari penyebabnya, bahkan rela menghabiskan dana milyaran rupiah. Tapi, persoalan yang sudah jelas disampaikan, dan dapat membahayakan keselamatan penumpang, “belum juga direspon”. Kita tidak tau lagi mau bilang apa, seluruh persyaratan telah kita ajukan, tapi tak berhasil. Kami tidak mau disalahkan jika suatu saat terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jangan sudah kejadian, baru semuanya sibuk  melakukan perbaikan?. Pola pikir seperti ini seharusnya tidak ada lagi. Kami juga meminta,  DPRD Natuna, mau bersama-sama mengutarakan persoalan ini kepada Pemerintah Pusat, agar cepat direspon, pinta M. Amin.

Tempat terpisah, Ketua Komisi II DPRD Natuna, Abil Hanafi. Saat di konfirmasi lewat telepon seluler, mendukung penuh, rencana overlay Bandara Ranai., Dirinya meminta agar Pemerintah Pusat, melalui kementrian perhubungan, sesegera mungkin, merealisasikan permintaan Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna terkait perbaikan Ranwai. “Kalau hal ini di biarkan, takutnya bisa menjadi malapetaka”, ungkapnya. Untuk itu kiranya Kementerian Perhubungan dapat segera merealisasikan pengaspalan kembali landasan pacu bandara Ranai. Mengingat sejak tahun 1983, belum pernah di overlay. Artinya dari faktor usia sudah layak diperbaiki.Selama ini pemerintah Kabupaten Natuna dan pihak TNI AU Ranai selalu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Tidak lama lagi, pembangunan Bandara Engclave Cipil. Di  akhir bulan Agustus 2015, akan selesai, dan bakal dapat dipergunakan masyarakat. Pembangun ini murni bersumber dari APBD Kabupaten Natuna tanpa mengharapkan pemerintah pusat. Seharusnya Pemerintah Pusat sadar akan hal itu. >>Roy

Related posts