Kejari Cianjur Diminta Periksa Pungutan

Di SMPN 1 Cianjur Rp 400.000 Persiswa

Sekolah 2Cianjur, (MR)
Sekolah SMP Negri sejak tahun 2005 sSekolahilam segala anggaran biasanya sudah di tuangkan dalam rancangan Rencana Anggaran Pembelanjaan Sekolah (RAPBS) atau sekarang di ubah menjadi Rencana Anggaran Kebutuhan Sekolah (RAKS) tujuannya sama saja, pembiayaan sudah di anggarkan dari dana BOS sesuai RAKS, pemerintah pusat tahun 2005 terhitung dana BOS per siswa Rp 470500 per siswa per tahun pada tahun 2007/2008 di bantu pula tahun 2007/2008 oleh dana BOS Provisi Rp 25000 persiswa per triwulan, hingga tahun 2014/2015 dana BOS untuk kegiatan siswa naik kembali 30% hampir mencapai Rp 75000 per siswa per bulan.

Belum termasuk dana BOS provinsi, begitu pula sempat mendengar bahwa dana BOS reguler  untuk gaji honorer mencapai 20% dari dana BOS Namun ketika di SMP Negri tersebut tidak ada Guru honorer berarti anggaran dana BOS tidak terserap untuk guru Honorer di kemanakan anggaran guru honor bila tidak ada guru Honorer? selanjut nya dulu sekolah ada pengadaan Berbagai buku plajaran dari dana BOS maka sekarang dana BOS untuk pengadaan buku Cuma di pakai 5% dari dana bos di kemanakan anggaran buku dari dana BOS,

Misalnya dulu anggaran buku 25000.000 sekarang Cuma di terapkan Rp 5% anggaran buku saja sudah banyak yang sisa, lalu anggaran guru honor yang tidak terserap kemana arah nya anggaran” termasuk anggaran buku utuh.Cuma 5% yang terserap itu pun di terapkan oleh pusat yang kini buku kurikulum 2013 mubadir? Maka itu  soal pungutan di nilai bertentanga dengan PP.48 tahun 2007 tentang larangan pungutan dimana sekolah yang sudah di Biayai oleh Negara apapun alasannya tidak di per bolehkan memungut, Menurut TU SMP Negri 1 cianjur Nunung trisnawati SE menyebutkan masalah pungutan itu saya tidak bisa menjawab karena ada bagiannya terus di SMPN 1 cianjur Guru PNS 51 orang dan tidak ada guru honor semuanya guru PNS.

Jumlah siswa 954 orang,masala pungutan Rp 400.000 itu kecil malah tahun 2014 pungutan lebih besar siswa laki-laki di pungut Rp 650.000  siswa perempuan Rp 805000 itu ada bagian nya masing-masing nama kepala SMPN 1 Cianjur Endang Suharyadi S.Pd.MPd Humas nya Ahal Saepuloh.S.Pd. dan kesiswaan Ipung Suparman S.Pd. masalah ini silahkan saja dengan kepala sekolah”jelasnya”TU Nunung trisnawati SE minggu kemarin di ruangan satpam bukan di kantor nya tidak sopan penyambutan terhadap para tamu.

Tanggapan Kasi intel kejaksaan Cianjur Suranta Ginting SH.MH melalui hendpon menyebutkan iya bang nanti saya mau bicarakan dulu dengan pimpinan saya ya, nanti di kasih kabar “tegasnya”

Juga menurut Wakil Kepala SMPN 1 Cianjur melalui Hendpon seluler yang mengaku nama Dadang Ruchyat mengatakannya silahkan saja mau di apain juga itu kan pungutan hasil kesepakatan orang tua siswa silahkan tanyakan saja kepada orang tua siswa”jawabnya” Dadang ruchyat seolah ada nantang di duga so bersih so jujur juga so merasa benar.

Padahal di SMPN 1 Cianjur sejak dahulu Siapapun Kepala sekolah nya Pasti di tutup-tutupi oleh semua oknum guru SMPN 1 Cianjur karena di duga takut terbongkar semua kasus pungutan Pungli, kasus Mark Up penjualan baju olahraga.kasus Mark Up penjualan batik.Kasus Mark Up SPJ  Sampul ijazah.kasus Mark Up  SPJ soal UKK.kasus Mark Up SPJ soal UTS.BSM.juga kasus SPJ Mark Up O2SN. Jadi semua program ini di yakinkan tidak akan murni tidak akan sampurna keculi roko benar sampurna maka itu penggunaan dana BOS pasti banyak dugaan mark up Bahkan pernah ada yang menyebutkan beli batik siswa Rp 45000 di jual Rp 85000 kalau info itu benar  kan 40.000 per siswa di mar up nya itu baru satu rupa ,  maka itu kejaksaan cianjur di minta periksa pungutan dan mark up SPJ dana BOS terkait mark up pengadaan barang di SMPN 1 Cianjur. >>Deden Trio/A. Sofyan

Related posts