Kepala KUA Diminta Tandatangani Surat Pernyataan

Salahsatunya Berisi Tidak Pernah Bertemu Dengan Wartawan

 

Prabumulih, (MR)

Permasalahan dugaan adanya penyimpangan dana ban-tuan program pembinaan haji di lingkungan Kantor Kemen-terian Agama (Kakemenag) Kota Prabumulih, terus berbuntut panjang. Kepala KUA di salah satu kecamatan di Kota Prabu-mulih, yang sebelumnya membocorkan kasus tersebut diminta menandatangani surat pernyataan oleh Kepala Kake-menag Kota Prabumulih, Drs H Paidol Barokat, Rabu (7/9) pagi.

“Yang bersangkutan sudah tadi pagi dipanggil, termasuk Kepala KUA Induk Kecamatan Prabumulih Timur. Menurutnya informasi itu salah, dia mengaku tidak pernah bertemu dengan wartawan apalagi sampai memberikan statement seperti itu,” ungkap Kepala Subbag Tata Usaha Kakemenag Kota Prabumulih, Drs Ali Ghufron, saat dihubungi Rabu (7/9) siang.

Pernyataan itu, menurut Ali disampaikan oleh yang ber-sangkutan langsung dihadapan Kepala Kakemenag Kota Prabumulih. Kepada Kepala Kakemenag, ia bersumpah tidak pernah mengeluarkan pernyataan yang dianggap melecehkan lembaga tersebut. “Bahkan Kepala KUA ini berani membuat surat pernyataan, salah satu isinya ia tidak pernah bertemu dengan wartawan,” ujar Ali.

Kepala KUA bersangkutan juga, sambungnya, sudah mengetahui perihal kedudukan dana bantuan operasional KUA dan bimbingan (binaan, red) manasik haji. “Jadi ya tolong diluruskan saja, andaikan ada ya dana yang mana. Wong yang bersangkutan sendiri tahu, dana operasional KUA sebesar Rp 3 juta per KUA belum turun tahun ini,” jawab Ali, saat disinggung kemungkinan adanya intervensi terhadap Kepala KUA terkait.

Selain menapik anggapan adanya intervensi kepada Kepala KUA bersangkutan, ia juga membantah berita dugaan penyimpangan tersebut. “Semuanya sudah jelas, yang bersangkutan tidak pernah kita intervensi apalagi diancam. Bahkan ia diminta jujur dan berkata apa adanya, tapi tetap dia tidak mengakuinya dan menyebut informasi itu bohong,” ulang Ali, sembari membantah pihaknya telah melakukan intervensi kepada yang bersangkutan.

Sebelumnya, Kepala KUA yang dimaksud ketika dihu-bungi terpisah melalui handphone terdengar sedikit takut dan tampak seperti orang kebingungan. Meskipun awalnya ia menyebut berita tersebut tidak benar, dan dirinya juga tidak pernah mengeluarkan pernyataan tersebut. Namun yang bersangkutan terlihat mulai bimbang dan ketakutan, ketika disebut ia telah membuat pernyataan bohong dan palsu terkait isi surat yang menyebutkan bahwa dirinya tidak pernah bertemu dengan wartawan.

“Tolonglah pak, tidak usah diperpanjang lagi. Saat itu saya salah, keceplosan, saya juga tidak pernah menduga bakal kejadiannya seperti ini. Betul masalah itu terbuka, semua mata terbuka tapi nasib saya pak, malah terjepit! Saya ini orang bawahan pak,” keluh Kepala KUA itu, memelas. (alex/tim)

Related posts