Pagaralam, (MR)
Walikota Pagaralam dr Hj ida Fitriati marah besar proses pelebaran jalan protokol di pusat Kota Pagaralam, macet dan terkesan jalan ditempat padahal proses pembebasan sudah rampung. Lahan yang di bebaskan mulai dari Dusun Perandonan, Kelurahan Selibar, Kecamatan Pagaralam Utara, hingga Dusun Simpang Mannak, Kelurahan Ulu Lurah, Kecamatan Dempo Selatan, sepanjang 6,2 kilometer dengan lebar 22 meter, terkesan lamban sehingga mengundang reaksi Wako dr Hj Ida Fitriati yang datang inspeksi mendadak (Sidak), Kamis (2/4).
Walikota Pagaralam Ida Fitriati mengatakan, seharusnya pelebaran jalan sudah dapat di lakukan untuk bangunan rumah yang sudah di ganti rugi. “Kita ingin mempercepat proses pelebaran jalan protokol sehingga pembangunannya cepat selesai,” kata dia. Ia mengatakan, bangunan di sepanjang jalan protokol ini sudah harus mundur atau digeser agar pembangunan bisa cepat di gerakan. “Kita minta jaringan PLN dan telkom juga sudah dipindahkan khususnya tiang-tiang listrik agar tidak menganggu alat berat melakukan pengerukan, ujar dia.
Ada beberapa titik, kata Ida, tidak ada masalah lagi karena proses pembayaran ganti rugi sudah selesai dan limet waktu pembongkaran bangunan yang terkena pelebaran sudah diberitahukan. “Saya minta semua bangunan yang sudah diganti rugi dibongkar atau mundur jangan sampai menghambat proses pembuatan jalan dua jalur ini,” kata dia.
Sementara itu Plt Kepala Dinas PU Kota Pagaralam, Haryadi Razak ST didampingi Plt Kabid BM Yudianto ST mengatakan, untuk jalur pelebaran di mulai dari Simpang Asam Simpang Padang karet hingga Dusun Talang Kelapa sepanjang 300 meter sudah mulai dilakukan pelebaran. “Kami sudah buat surat pemberitahuan limit waktu tanggal 7 April semua sudah harus mundur dan dibongkar, karena sudah dibayar ganti rugi,” ujar dia.
Haryadi menjelaskan, jalan protokol ini akan dilebarkan 22 meter dengan panjang sekitar 6,2 km mulai dari Perandonan hingga Simpang Manna. “Sebetulnya tidak ada kendala lagi sudah 90 persen pembebasa hanya tinggal 8 rumah yang belum ganti rugi, karena duit belum cukup,” kata dia. >>Ek
