Pemkab Bandung Tutup Mata Limbah Cair Industri di Majalaya Cemari Lingkungan

limbah PT.TMB dan PT.dayng mas Bandung, (MR)
Majalaya sebagai kota industri yang dimana produksi industrinya sudah tidak diragukan lagi, bahkan banyak pengusaha dimajalaya yang meraup keuntungan tanpa menghiraukan dampak ling kungannya. Dengan banyaknya industri justru Majalaya menjadi kota kumuh dan berpenyakit, karena banyaknya industri-industri yang nakal selalu membuang limbah sembarangan tanpa melalui proses Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL).

Hal ini terjadi hampir setiap hari dilakukan oleh perusahan-perusahan nakal untuk menghemat biaya pengolahan air limbah tanpa mengiraukan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya anak sungai citarum yaitu sungai Patrol, yang dimana setiap hari sungai itu airnya berubah-ubah warnanya, hal itu disebabkan banyaknya perusahaan yang membuang air limbah tanpa proses kesungai tersebut.

Salah satunya PT. IBM, yang dimana perusahaan itu dinilai sangat bandel dalam membuang limbah cair B3 kesungai patrol kampung balekambang desa Sukamaju Kecamatan Majalaya itu, bahkan perusahan itu tidak mengindahkan dan seolah olah membangkan terhadap pemerintah daerah dengan membuang limbah industri tanpa melalui proses IPAL. Selain itu juga ada beberapa perusahan lagi yang selalu membuang limbah cair kesungai patrol antara lain PT. WISS, PT. TMP, PT. NASATEX. Perusahan-perusahan tersebut membuang limbah cair B3 tanpa melalu proses IPAL, hal ini menjadikan sungai patrol berwarna-warni dan bau, bahkan bila kita lama-lama disungai itu akan mengalami gatal-gatal.

Saat akan dimintai keterangan beberapa perusahaan yaitu PT. IBM, PT.WISS dan PT. TMP, bahwa personalianya selalu tidak ada ditempat. Sedangkan untuk PT. Dayung mas saat dimintai keterangannya personalia Ipan menjelaskan, ”Bahwa untuk PT. Dayung mas Saya jamin 100 persen diproses dahulu, limbah cair diperusahan ini 24 jam selalu diproses, bahkan PT. Dayung mas selalu cek laboratorium, bahkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung pun selalu mengon trol dan menyebutkan bahwa air limbah ini tidak mengandung B3,” jelasnya.

Namun setelah bersama-sama melakukan pengecekan pada pembuangan air limbah, ternyata limbah PT. Dayung mas masih berwarna dan masih berbau yang menyengat, hal ini yang menjadikan proses IPALnya seperti tidak berjalan baik. Disisi lain kepercayaan PT Nasatex Siska saat dihubungi media dirinya menyatakan, limbah PT. Nasatex selalu melalui proses dan tidak pernah membuang limbah cair sembarangan, ”Setahu saya perusahaan ini belum pernah membuang limbah cair sembarangan tanpa melalui proses IPAL, setiap membuang juga itu sudah melalui proses IPAL, jadi mungkin itu bukan dari perusahaan ini,” jelas Siska.

Namun ternyata setelah dilakukan cek dan ricek dilapangan ternyata PT. Nasatex setiap hari membuang limbah tanpa melalui proses IPAL, terlihat dari saluran pembuangan limbah yang menuju pada sungai patrol milik PT. Nasatex ternyata limbah cairnya tanpa melalui proses IPAL, karena air yang mengalir dari saluran pembuangan limbah PT. Nasatex masih berwarna, bahkan berbau yang menyengat. Tapi yang anehnya sungai patrol yang mengalir melintasi jalan raya Laswi tidak pernah dikontrol oleh pihak pemerintah Kabupaten Bandung maupun pemerintah provinsi, khususnya Dinas Lingkungan Hidup. Bahkan aparat pemerintah pun seolah tutup mata, tanpa memperhatikan dampak kerusakan lingkungan dan penyakit yang ditimbulkan terhadap masyarakat. >>Asep Setiawan

Related posts