Kartu BLSM Dilengkapi Chip dan Card Reader

agung-laksonoJakarta,(MR)

MENTERI Koordinator bidang Keseahteraan Rakyat Agung Laksono mengakui kartu tunggal untuk pembagian kompensasi penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan segera disalurkan. Kartu tersebut akan dilengkapi dengan chip dan card reader.

“Sekarang kita persiapkan termasuk persiapan mengenai kartu, bukan hanya kartunya, tapi sistemnya yang ada beberapa uji coba sebelumnya akan dipakai,” kata Agung ditemui di Komplek Istana Presiden, Kamis.

Seperti diketahui, pemerintah berencana membuat kartu tunggal untuk pembagian dana kompensasi penaikan harga BBM bersubsidi. Kartu tersebut nantinya akan dicetak dan disalurkan oleh Kantor Pos. Sebanyak 15,5 juta kartu akan disalurkan sesuai dengan jumlah rumah tangga sasaran (RTS) 15,5 juta.

Agung menyebut kartu tunggal itu akan dilengkapi oleh chip yang berisi data-data penduduk penerima bantuan pemerintah. Agung menyebut kartu itu Kartu Perlindungan Sosial. Kartu itu terintegrasi dengan program bantuan pemerintah.

Dalam pengadaan kartu tunggal itu, pemerintah juga akan membuat card reader karena ada chip. “Dengan kartu itu kan memang harus ada card reader ya. Memang berbeda dengan sistem kupon bisa dijual, dapat duit juga, karena ini tidak bisa harus orang yang bersangkutan,” papar Agung.

Agung tidak memaparkan berapa anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan kartu beserta card reader tersebut. Ia menyerahkannya pada kementerian sosial selaku pelaksananya dan kuasa pengguna anggarannya. “Berapa anggaran dan besarannya saya tidak tahu. Sedang dalam proses yang menuju finalisasi, tapi angkanya (jumlahnya) yang jelas 15,5 juta,” ujar Agung.

Kartu Perlindungan Sosial itu menurut Agung akan lebih efektif dalam pemberian bantuan program pemerintah. Hal itu karena pemilik kartu itu akan menerima langsung jika diberikan bantuan beras untuk masyarakat miskin dan mengambil langsung tanpa perantara atau diperjual belikan bantuan berupa bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) di kantor pos jika disetujui DPR pola BLSM.

“Nanti (kartunya) dikirim, pada saat pengambilannya kalau BLSM, ya di kantor pos silahkan di gesek di kantor pos. Ini menggunakan data yang tidak bisa diganti, tujuannya kan sesuai kritikan masyarakat tepat sasaran, bagi yang berhak, ya semuanya datanya lengkap di situ dan lengkap jumlah uangnya,” urai Agung. >> Ediatmo

Related posts