Masyarakat Sugai Ulu dan Batu gajah Tagih Janji Alias Kadir Terkait Pipa Air Bersih Tahun 2008

Natuna,(MR)

LEBIH satu bulan sudah, salah satu anggota DPRD Natuna dari Partai PAN, melakukan rises ke desa Batu gajah. Selama menjabat jadi anggota DPRD, barulah diakhir jabatannya Ia menginjakkan kakinya ke Desa tersebut. Dalam resis itu Alias berdalih ingin menampung aspirasi masyarakat Batu Gajah dan Sugai Ulu.

Dalam rises tersebut pula, sebanyak 80 orang masyarakat Batu Gajah dan Sugai ulu, hadir dalam pertemuan itu. Ditengah hiruk pikuknya suasana pertemuan, Alias dengan lantang berjanji, akan mempertanyakan kembali pipa air bersih kepada Pemerintah Daerah, mengapa belum dapat dimamfaatkan. Hal itu diakui Kades Desa batu gajah, saat ditemui wartawan Koran ini bersama rekannya. “ Saya tak yakin soal itu. Kok dulu tidak pernah muncul, dah mau pemilihan baru datang. Masyarakat disini sudah bosan dengan janji-janji “palsu” Janji Alias kadir untuk menayakkan pipa air bersih DAK 2008 -2009 ini, hanya “pemanis dibibir saja,”.

Sebagai Kades, Saya telah menyampaikan kepada masyarakat, agar kedepan, pintar-pintarlah memilih wakil rakyat. Alasanya, saat ini Dewan gencar turun kelapangan, dengan berbagai program yang ditawarkan. Tetapi jika sudah duduk, program itu hilang bak ditelan bumi. Buat apa memilih wakil rakyat, selama 4 tahun tak muncul, menjelang satu tahun pemilihan, baru bertatap muka dengan masyarakat, dengan segudang program. Saya tekankan, masyarakat agar jangan memilih orang seperti itu. Terus terang, saat Alias Kadir Rises di sini, aku sebut Dewan itu tidur. Dah tiba masa pemilu, baru bagun, papar Bakhtiar.

Hal senada juga dikatakan Ujang, Putra Daerah ini, Ia mengaku pesimis terhadap segudang program yang ditawarkan saat rises. Dari sekian banyak anggota DPRD, hanya segelintir saja yang bisa dipengang janjinya. Kebanyakan bagai “kapal selam,” setelah isi bahan bakar penuh, lalu menyelam. Dah habis baru muncul kembali. Artinya, mereka (DPRD-Red) kebanyakan setelah duduk senyap. Semua program yang ditawarkan saat mencalonkan hilang seketika. Namun 1 tahun menjelang pemilihan muncul kembali, dengan segudang program baru.

Saat ini masyarakat sudah pintar, jika hanya janji dibibir saja, anak kecilpun bisa. Sebagai wakil rakyat seharusnya, mereka harus malu. Masih banyak masyarakat membutuhkan perjuangan mereka. Katanya wakil rakyat, tetapi tidak merakyat. Bantu masyarakat dengan proposal aja belah “semangka,” Ini namanya kelewatan.

Disisi lain, banyak paket proyek tidak tentu arah. Pada hal musrendes, berbagai kepentingan Desa telah disodorkan agar pembangunan pengembangan sarana dan prasarana menjadi prioritas. Namun sayang, yang terjadi hasil Munrendes tidak pernah ter cover. Malah paket tidak diusulkan, bisa tiba-tiba muncul. Coba dicek, banyak paket proyek, tidak ada penduduknya, tapi jalan dibangun. Kenapa? Karena ada tanah pejabat disana, contohnya pembangunan jalan beton bertulang daerah TK Pertiwi. Nama Jalannya saja tidak ada tapi bisa di bagun.

Selain itu, Jalan masih bagus sudah dilapis hotmik, pada hal masih banyak jalan di daerah lain yang sudah parah belum diperbaiki, Sesal ujang. Hari Ini Kami Ingin Menagih Janji ALIAS KADIR, apa tindak lanjut sarana air bersih itu. Millyaran rupiah hangus sia-sia. Proyek ini tidak bermamfaat. Katanya mau mempertanyakan hal ini kepada Pemerintah daerah, berani tak, ujar Ujang kesal.

Pesan Saya kepada masyarakat Batu Gajah, hati-hati memilih wakil rakyat. Sudah 2 kali kita memilih wakil rakyat kelakuan betti (Beda Tipis) setelah duduk lupa akan janji dan kewajibannya sebagai wakil rakyat.

Hasil investigasi dilapangan, dua bulan terakhir, sejumlah anggota Dewan Natuna, jarang ada di kantor. Mereka lebih banyak gerillya di dapil masing- masing, guna mengumpulkan massa, agar bisa duduk kembali dikursi legislative. >>Roy

Related posts