Oknum Petugas SPBU Jual Solar Subsidi Rp 5000 per liter

Tanah Bumbu,(MR)

Supir truk angkutan umum Tanah Bumbu menginginkan ada pembagian jalur masuk di SPBU Batulicin (simpang Fery, Pelajau, Kersik Putih ) dan di SPBU Sei.Loban saat antri pengisian Bahan Bakar Minyak Jenis Solar.

Tomo salah satu Supir truk angkutan umum batulicin saat mengantri BBM Jenis Solar di SPBU Simpang Fery Batulicin mengatakan, kami meminta kepada PEMDA Tanah Bumbu ada pengaturan dan pemisahan jalur antara pelangsir dan truk umum saat mengisi BBM Jenis Solar di SPBU (batulicin, pelajau, kersik putih, pagatan), sei.loban’’ agar tidak mengantri terlalu lama, pintanya.

Menurutnya, kami supir truk antri mengisi solar di SPBU sudah 6 bulan terakhir ini, dan setiap truk hanya dijatahi pengisian 50 liter harga Rp.4.500/liter, kalo antri kaya gini katanya, belum tentu dapat solar, soalnya kebanyakan pelangsir (mobil panther), kami berharaf kata dia, truk angkutan umum di prioritaskan (didahulukan), selain itu, saat pengisian BBM solar di SPBU ada pembagian Jalur Khusus Pelangsir dan Jalur Khusus Truk angkutan umum, katanya (24/12),

Kalo di SPBU Pelajau, tambah Tomo, BBM Jenis Solar hampir langka untuk angkutan truk umum, “Solar itu kan diperuntukan untuk UMUM, kok malah kami supir truk yang sulit mendapatkan solar dan selalu mengantri, kalau ada Rajia oleh pihak terkait baru bisa dapat solar Full satu tangki,’’ ungkapnya (24/12).

Ipul supir truk lain mengungkapkan, BBM jenis solar ada aja namun sulit didapat, hanya dengan cara mengantri baru bisa dapat dan diberi jatah hanya 50 liter/ setengah tangki satu truk oleh petugas penembak SPBU, kemaren kata dia (16/12) sempat mengantri namun ujar petugas penembak di SPBU Kersik Putih “Solarnya habis” ya sudah terpaksa saya beli di eceran, kaya nya tambah ipul, solar langka di tanah bumbu, coba Tanya supir lain kata ipul, pasti sama aja semua jawabannya “Solar sulit didapat setiap hari harus antri ”. Kalo BBM solar bersubsidi pasti ada pelangsir dan sekitar pukul 10:30 sudah habis solarnya, biasanya kalo urutan antrian 40 sudah tidak dapat solar lagi, dan kalo mau dapat lebih, sampai 100 liter harus memberi penembak (petugas pengisian SPBU) dengan tambahan uang 500 rupiah dari harga Rp. 4.500 jadi harganya Rp.5000/ liter, sebelum mengisi, kata dia, harus ngomong dulu sama petugas pengisiannya, minta full satu tangki (100 liter), baru bisa dapat,Yang lebih mengherankan lagi kata dia, apabila mau ngisi full 100 liter langsung dikenakan harga Rp.5000/liter dari pertama ngisi, seandainya uang tambahan Rp.500 dihitung dari pengisian setengah tangki “ya mendingan” katanya.

Terpisah, Rahim pengawas SPBU kersik putih ketika dikonfirmasi, mengatakan, memang pihaknya ada pembatasan pengisian BBM jenis solar, dijelaskannya, untuk 1 truk angkutan umum hanya mendapat jatah pengisian 60 liter/ tangki dan setiap hari tercatat dibagian pembukuan “tidak tau’’ kata dia, berapa jatah yang diberikan petugas pengisian (penembak) untuk satu truk bebernya.

Selain itu Supir Truk Batulicin yang enggan dikorankan namanya mengungkapkan, saat antri di SPBU Batulicin (24/12), sekiranya pihak SPBU ada kebijakan untuk memisahkan jalur pengisian dengan para pelangsir, soalnya pelangsir terlalu lama mengisinya, sedangkan truk yang hanya dapat jatah solar 50 liter/ bisa cepat terisi, karena terlalu lama mengantri kami kehabisan waktu bekerja dan pendapatan kami tentu berkurang. kalo antri kaya ini sehari Cuma dapat satu kali angkutan. katanya. >> Wan

Related posts