CUACA buruk yang melanda Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan dalam beberapa pekan terakhir, mengakibatkan dua buah kapal terdampar di dua pulau berbeda masing-masing di Desa Lambego, Kecamatan Pasimarannu dan perairan Je’neiya, Dusun, Gusung Tallang, Desa Bontolebang, Kecamatan Bontoharu.
Di Desa Lambego, kapal GT 6, bernama KLM. Hidayah dilaporkan pecah dihantam gelombang pasang. Setelah sebelumnya, kapal yang berlayar dari Kota Baru, Provinsi Kalimantan Selatan dengan tujuan Madura (Sapuka) tersebut sempat diterjang ombak dan angin kencang.
Akibat tidak dapat menghadapi tingginya gelombang pasang laut, kapal yang dinakhodai, pria bernama, Asim (28 tahun) itu akhirnya tenggelam dan terdampar di pesisir pantai bagian selatan Desa Lambego.
Sementara itu, nakhoda dan dua orang anak kapal yakni : Asim (28 tahun), Rasyid (20 tahun) dan Hafid (45 tahun) berhasil dievakuasi dan diselamatkan oleh warga masyarakat setempat. Setelah berhasil diselamatkan dari maut, ketiga orang korban langsung di arahkan menuju ke rumah Kepala Desa Lambego yang saat ini menjadi tempat tinggal sementara para korban selama berada di Kabupaten Kepulauan Selayar. Mendasari laporan kejadian yang disampaikan Kepala Desa Lambego, Abd. Karim pada hari, Minggu, (12/1) petang kemarin, petugas Syahbandar (kantor UPP Selayar) bersama jajaran Pos SAR, Polres, dan Satuan Polisi Perairan Selayar, langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak berkompoten.
Dari hasil koordinasi, disimpulkan, tindakan pertolongan dinilai tidak perlu lagi dilakukan. Pasalnya, crew kapal telah berhasil diselamatkan oleh warga masyarakat setempat. Selain, laporan kejadiannya pun, telah disampaikan kepada pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten.
Peristiwa serupa, turut menimpa kapal LCT Adinda Azula, kapal berkapasitas, 899 GT dan 2 x 600 HP, KW, asal Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat yang baru tiba dari Tanjung Priok-Jakarta dan rencananya akan bertolak menuju Lamongan. Kapal LCT Adinda Azula, bertolak meninggalkan Kabupaten Teluk Bintuni menuju Tanjung Priok-Jakarta, pada 16 Desember 2012 lalu.
Dalam perjalanan menuju Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur, kapal tak mampu menembus badai gelombang pasang saat melintasi perairan Kabupaten Kepulauan Selayar. Sampai pada akhirnya, kapal LCT yang mempekerjakan tiga belas orang awak ini terdampar di perairan Je’neiya, Dusun, Gusung Tallang, Desa Bontolebang, Kecamatan Bontoharu.
Mengetahui peristiwa tersebut, tim evakuasi dari unsur Badan Sar Nasional, bekerjasama dengan jajaran KPLP dan Satuan Polisi Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, langsung bergerak cepat melakukan tindakan pertolongan dengan menuntun kapal menuju perairan Gusung Timur. >> Fadly syarif

