30 Anggota DPRD Prabumulih Turun Serentak Gelar Reses Di Tiga Dapil

PRABUMULIH, MR — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Prabumulih bergerak serentak. Sebanyak 30 anggota dewan turun langsung ke tiga daerah pemilihan (dapil) untuk menyerap aspirasi warga dalam agenda reses, Minggu (1/3/2026).

Reses digelar di tiga titik berbeda. Dapil I di Aula Kelurahan Karang Raja, Dapil II di Aula Kelurahan Sukaraja, dan Dapil III di Kantor Kecamatan Prabumulih Utara. Langkah ini menjadi upaya konkret legislatif mendengar langsung persoalan riil masyarakat, mulai dari jalan rusak, banjir, drainase tersumbat, hingga fasilitas pelayanan publik yang belum memadai.

Di wilayah Prabumulih Timur, reses dipimpin Ketua DPRD Deni Victoria selaku koordinator, bersama sejumlah anggota dewan lainnya. Aspirasi yang mencuat didominasi persoalan infrastruktur dasar.

Lurah Karang Raja, Leliana Santika, mengusulkan pembangunan talud Sungai Kelekar yang rawan longsor. Selain itu, banyak drainase dipenuhi endapan lumpur hingga memicu genangan, serta lampu jalan yang tidak berfungsi.

Keluhan warga makin konkret. Ketua RT setempat mengungkapkan jalan amblas yang butuh perbaikan segera. Bahkan, satu bangunan MCK di RT 04 RW 01 terbengkalai dan diusulkan dialihfungsikan menjadi posyandu karena selama ini pelayanan kesehatan balita masih menumpang di masjid.

Menanggapi hal itu, Deni meminta kelurahan segera menyiapkan proposal dan administrasi hibah agar bangunan bisa difungsikan.

“Reses ini untuk menampung aspirasi. Namun kita juga menghadapi efisiensi anggaran dari pusat, sehingga semua usulan akan kita susun berdasarkan skala prioritas, seperti jalan, banjir, dan pelayanan kesehatan,” tegasnya.

Berbeda di Prabumulih Barat dan sekitarnya, reses di Sukaraja menyoroti persoalan drainase di Simpang Empat Tugu Tani, Kelurahan Tanjung Raman, yang tak kunjung terealisasi.

Koordinator reses, Dipe Anom, menjelaskan kendala utamanya adalah status jalan nasional.

“Karena itu jalan negara, kewenangannya ada di balai besar provinsi atau pusat. Meski begitu, tetap akan kita dorong lewat komisi DPRD dan koordinasi dengan DPRD Sumsel,” ujarnya.

Sementara di Prabumulih Utara, persoalan pelayanan publik menjadi sorotan. Camat setempat melaporkan kondisi gedung kantor yang memprihatinkan. Beberapa ruangan bocor sehingga mengganggu aktivitas pelayanan administrasi warga.

Selain itu, masyarakat juga meminta penambahan sumur air bersih, lampu jalan, dan perbaikan drainase lingkungan.

Koordinator reses Dapil III, Ade Irama, menegaskan pentingnya komunikasi dua arah antara pemerintah dan warga.

“Dengan komunikasi yang baik, kita bisa menghadirkan program terbaik untuk kemajuan Kota Prabumulih. Setiap aspirasi akan kami tindaklanjuti,” katanya.

Serap aspirasi suara, tentukan prioritas
Reses kali ini memperlihatkan satu benang merah: kebutuhan dasar warga masih didominasi infrastruktur dan pelayanan publik. DPRD berjanji seluruh usulan akan dirangkum dan dibahas dalam perencanaan anggaran mendatang.

Turun langsung ke lapangan, mendengar tanpa sekat, dan mencatat keluhan warga, itulah wajah reses kali ini. Bagi masyarakat, forum tersebut bukan sekadar agenda rutin, melainkan harapan agar suara mereka benar-benar di realisasikan menjadi pembangunan nyata. (Tris)

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.