Surabaya, (MR)
Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke 39, di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Jatim Jl. A. Yani Surabaya, Kepala Dinas Pertanian Ir. Wibowo Eko Putro, MMT mengatakan, Hari Krida Pertanian ini merupakan Hari bersyukur, mawas diri, dan hari dharma bhakti bagi segenap insan pertanian.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan meliputi penilaian bagi petani/ kelompok tani Gapoktan dan Asosiasi Petani maupun petugas lapangan yang berprestasi dalam usaha agribisnis, tanaman pangan, dan hortikultura. Selain itu juga ada gelar dan lomba potensi produk pertanian yang diikuti 38 Kab/ kota se Jatim, gelar produk olahan hasil pertanian, gerakan peningkatan konsumsi sayur dan buah yang diikuti anak-anak taman Kanak-kanak, penghargaan kepada petani, kelompok tani, mantri pertanian, dan para penyuluh pertanian, serta bakti sosial dan pasar murah.
Tema yang diangkat dalam HKP tahun ini “Dengan memperingati Hari Krida Pertanian kita tingkatkan semangat mewujudkan kesejahteraan petani melalui daya saing dan ekspor hasil pertanian menuju swa sembada berkelanjutan”. Dalam memaknai HKP tsb, tidak sekedar upacara, tapi untuk memberikan motivasi bagi masyarakat guna mengembangkan pertanian lebih maju.
Kegiatan Rumah Hijau ini diikuti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Karang Ploso Malang dengan mengembangkan Konsep Kawasan Rumah Pangan Lestari. Hasil evaluasi, setiap keluarga manfaat rumah hijau dapat menambah pendapatan keluarga Rp.352.500,-/ bulan, dengan rincian Rp. 210 ribu dari penghematan belanja dan Rp. 142.500,- dari penjualan produk.
Masih dalam koridor Rumah Hijau, tahun 2011 ini Direktorat Jenderal Hortikultra Kementrian Pertanian juga melaksanakan dilakukan Gerakan Perempuan untuk optimalisasi pekarangan dengan memberikan bantuan bibit benih cabe rawit dan cabe merah untuk Kota Surabaya, karena tipologi perkotaan dan pedesaan ada perbedaan.
Sebagai bentuk kepedulian Gubernur juga menyerahan bingkisan paket sembako bagi kaum dhuafa yang berada disekitar lingkungan Kantor Dinas Pertanian berupa beras, gula, kopi, minyak goreng, mie instan. Gubernur juga menyaksikan penjualan pasar murah yang menyediakan 600 paket yang berisi 3 kg beras, gula 2 kg dan minyak goreng 2 kg dengan harga Rp.52 ribu/ paket. (gc/hs)
