Ratusan Aktivis Lindungi KPK dari Intimidasi Polri

Jakarta,(MR)
RATUSAN aktivis dari pelbagai elemen masyarakat secara bergelombang terus mendatangi Gedung KPK di Jalan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, sejak Jumat (5/10) malam hingga Sabtu 06 Oktober 2012 pukul 02:53. Mereka memberi dukungan dan meminta polisi membatalkan penjemputan lima penyidik KPK dengan alih tugas maupun alasan terlibat kasus pidana.
Para tokoh maupun aktivis yang terdiri dari ICW, Kontras, LSM, ormas pemuda, organisasi kemahasiswaan beberapa kampus di Jakarta menggelar aksi damai dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Selamatkan KPK”.
Sejumlah aktivis antara lain Usman Hamid, Haris Azhar, aktivis ICW Donal Fariz, Effendi Ghazali, Hendrik Dixson Sirait, Mixilmina Munir, Anita Wahid (penggagas petisi Save KPK), Fadjroel Rahman, Adhie Massardi, Thoriq Mahmud, dan Yunarto Wijaya.
Selain itu, para tokoh juga ikut menyambangi KPK untuk memberikan dukungan, yakni Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana, anggota Komisi III DPR Martin Hutabarat, Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan, Ery Riyana Hardjapamekas, dan anggota UKP4R Yunus Husein.
Mereka berorasi sambil membentangkan tangan. Spanduk itu sendiri juga ikut dipegang mereka. Tercatat ada sekitar 50 orang yang ikut berunjuk rasa mendukung KPK. “Kami di sini untuk melindungi KPK sebagai bentuk dukungan pemberantasan korupsi,” kata salah satu orator.
Bahkan sebagian aktivis tutup mulut dengan memplester mulut mereka bentuk protes kepada polisi yang mendatangi KPK. Kedatangan mereka ini dipicu hadirnya puluhan polisi berseragam lengkap dan preman ke KPK. Belasan dari mereka terlihat memakai pakaian seragam.
Sempat berlangsung negosasi antara polisi dengan penyidik KPK yang berlangsung alot. Pihak polisi mengaku mereka mau menjemput Kompol Novel Baswedan karena terlibat kasus pembunuhan saat menjadi Kasatserse Polres Bengkulu pada tahun 2004.
Namun, petugas kepolisian itu akhirnya keluar dari gedung KPK pada Jumat (5/10) pukul 23.00 WIB sambil menerobos kerumunan wartawan dan massa pendukung KPK.
Seperti diketahui sebanyak 20 penyidik Polri ditarik dari KPK karena dinyatakan habis masa tugasnya. Sebanyak 15 penyidik sudah melapor ke Mabes Polri, sedangkan sisanya masih bertahan di KPK karena ingin menjadi penyidik permanen.
Adapun, Ananda Mustadjab Latip dari Perhimpunan 98 menilai kedatangan anggota polisi ke KPK, malam ini merupakan bentuk intimidasi terhadap KPK oleh kepolisian.
Dikatakan, perbedaaan kepentingan antara kepolisian vs KPK secara mendasar adalah kepentingan menjaga integritas dan niat KPK untuk membongkar kasus korupsi simulator dan kepentingan kepolisian melindungi anggotanya.”Apalagi salah penyidik KPK yang diincar adalah anggota Satgas Tim Simulator Kompol Novel Baswedan,” jelasnya.
Untuk itu, menurutnya, Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus menjelaskan persoalan kedatangan anak buahnya itu ke gedung KPK. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga harus mengambil sikap yang jelas mendukung sikap KPK untuk membongkar kasus-kasus besar korupsi di Indonesia.
“Bila Presiden SBY mendukung penuh pemberantasan korupsi, ada baiknya Presiden turut memperkuat posisi KPK dan merevisi UU Tindak Pidana Korupsi dengan ketegasan koruptor yang merampok uang negara lebih dari Rp2 miliar harus dihukum mati. >> Tedy Sutisna

Related posts