Padangsidimpuan, MR – Melihat Kondisi Jalan Abdul Haris Nasution (Jalan Baru By Pass), salah satu ruas jalan Propinsi Kota Padangsidimpuan yang kondisinya bagai kubangan, sehingga butuh penanganan serius dari Pemprovsu
Menurut Adnan Buyung Lubis ruas jalan Provinsi di Kota Padangsidimpuan kini semakin memprihatinkan. Warga mengeluhkan banyaknya lubang yang menghiasi jalan tersebut, membuat perjalanan menjadi tidak nyaman dan berbahaya.
Jalan yang rusak parah ini, warga maupun pengendara yang menyebutnya ‘kupak-kapik’, namu tidak ada perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera utara kususnya Bagian Jalan Jembatan Pempropsu ucap Buyuang telah mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pengendara roda dua dan roda empat hingga yang Melewati jalan tersebut tidak nyaman apalagi kondisi jalan tersebut hujan sehingga lobang tersebut di genangi air
Pantauan Buyung Lubis di lapangan, Rabu (26/,2/2025), kondisi ruas jalan yang rusak ini sudah berlangsung cukup lama tanpa ada tindakan perbaikan yang berarti dari pihak terkait. Tidak hanya mengganggu kelancaran mobilitas, jalan yang rusak juga sering kali menyebabkan kecelakaan.
Beberapa ruas jalan Propinsi di Kota Padangsidimpuan yang terus menjadi keluhan masyarakat diantaranya ruas Jalan Abdul Haris Nasution (Jalan Baru By Pass) yang merupakan jalan alternatif sepanjang 10,8 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua hingga Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan.
Sangat mengkhawatirkan melihat kondisi jalan Propinsi di ruas jalan Abdul Haris Nasution (Jalan Baru By Pass), bagai kubangan saat musim hujan dan banyak lubang besar yang sangat membahayakan pengendara, terutama saat malam hari.
” Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini sebelum terjadi kecelakaan yang lebih serius, ” ujar Buyung seorang warga yang sedang melintas dan mengaku sering merasa cemas saat melewati di jalan tersebut pada malam hari
Kemudian ruas Jalan Propinsi sepanjang 13,3 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru hingga Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu dan tembus di Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, tepatnya di Jalan Raja Inal Siregar Kota Padangsidimpuan, yang juga dipenuhi lubang dan membahayakan pengguna jalan.
di Menurut warga, kondisi infrastruktur jalan di Angkola Julu sangat memprihatinkan sekali dan kupak-kapik, karena minimnya pembangunan, padahal jalan di daerah kami statusnya jalan Propinsi.
” Ini sudah sangati mengganggu kenyamanan kami, terutama bagi kendaraan roda dua yang sering terperosok akibat lubang-lubang besar yang menganga, ” ungkap IrwaDI warga Kecamatan Angkola Julu.
Warga berharap di pemerintahan baru Provinsi Sumatera Utara nanti, segerai mengambil langkah nyata untuk memperbaiki kondisi jalan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Demikian juga halnya dengan ruas jalan Hutaimbaru-Hanopan, yang telah dibuka sejak belasan tahun lalu, yang hingga saat ini, tidak terlihat adanya peningkatan pembangunan di jalur tersebut, yang diduga pembebasan lahan untuk pelebaran jalan yang tidak tuntas.
Pembukaan ruas jalan tersebut telah memakan biaya milyaran rupiah, kini telah ditumbuhi semak belukar, akibat tidak adanya peningkatan pembangunannya.
Menyikapi keluhan masyarakat terkait kondisi ruas jalan di Kota Padangsidimpuan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Sumatera Utara melalui Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) PUPR Padangsidimpuan Datsur Hasibuan menyampaikan komitmen untuk menangani permasalahan tersebut.
“Kami memahami betul dampak yang ditimbulkan akibat kerusakan jalan tersebut dan kami akan berupaya untuk segera melakukan perbaikan sesuai dengan prioritas anggaran dan kondisi cuaca yang memungkinkan, ” terang Datsur.
Ia juga mengimbau masyarakat agar terus berpartisipasi aktif dengan memberikan informasi terkait kerusakan jalan yang ditemui, sehingga pihaknya dapat segera menindaklanjuti dan memastikan aksesibilitas jalan bagi masyarakat tetap terjaga. (A.karo Karo)
