Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) saat ini memiliki peluang unik untuk mengubah kawasan Asia Teng-gara, membentuk arsitektur Asia Pasifik, serta memberikan sum-bangan terhadap agenda global.
Dihadapan sedikitnya 300 undangan yang terdiri atas para duta besar negara ASEAN dan pejabat teras ASEAN di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Senin (8/8) pagi, Presiden Yudhoyono menjabarkan em-pat peluang yang dimiliki ASEAN untuk mencapai itu semua. “Pertama, melalui berba-gai mekanisme dialog karena berbeda dengan sejumlah orga-nisasi regional lain, ASEAN telah muncul sebagai hubu-ngan diplomatik yang sangat diperlukan di kawasan Asia-Pasifik,” katanya. Hal itu, menu-rut Presiden, telah menempat-kan ASEAN dalam posisi yang sangat strategis untuk menjadi penggerak dan pembentuk isu-isu kawasan.
Peluang kedua, kata Presi-den, melalui daya tahan kawa-san ASEAN menghadapi krisis ekonomi global. Ia memperki-rakan pertumbuhan ekonomi ASEAN tahun ini akan berada pada rentang 56,7-6,4 persen, jauh di atas rata-rata pertumbu-han ekonomi dunia 4,5 persen.
“Ketiga, ASEAN memiliki aset yang relevan dengan isu-isu global antara lain ASEAN memiliki hutan yang cukup, sumber daya alam dan komo-ditas, ruang maritim strategis dan sumber daya, populasi yang besar dengan pemuda dinamis, keragaman budaya serta masyarakat yang terbu-ka,” katanya.
Sementara itu yang terakhir, lanjut Presiden, adalah kemam-puan ASEAN untuk muncul dengan pendapat kolektif yang mewakili kawasan dalam forum-forum internasional, yang secara langsung meningkatkan kapasitas ASEAN berkontri-busi pada penyelesaian isu-isu global. “ASEAN akan membu-tuhkan banyak fleksibilitas dan kelincahan untuk menghadapi dunia baru yang berani yang ada di depan,” katanya. Namun, mengingat kawasan Asia Tenggara relatif jauh lebih stabil, damai dan koheren saat ini maka menurut Yudhoyono ASEAN tidak memiliki alasan untuk tidak mampu tampil sebagai kekuatan besar di tataran global. “Saat ini kita sedang memasuki tahap akhir menuju Komunitas ASEAN 2015,” katanya. (Ediatmo)

