Kediri, MR – Desa Bendo Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri Komitmen dalam percepatan penurunan stunting ,terus konsisten dengan seluruh elemen lingkungan desa. Konsistensi tersebut tergambar dalam kegiatan stunting yang digelar Tim sebulan sekali. Jum’at (11/10/2024).
Diketahui bahwa pertemuan merupakan salah satu dari kegiatan yang diprogramkan Pemerintah dalam upaya percepatan penurunan stunting. Pemerintah desa (Pemdes) Bendo terus bertekat intervensi stunting langsung pada penanganannya dalam mewujutkan untuk tidak ada penambahan angka baru lagi. Terutama yang perlu dibutuhkan pemahaman peran serta orangtua balita memakai pola asuh tumbuh kembang dengan memperhatikan asupan gizi, serta pantau pertumbuhan anak setiap bulannya.
Disamping itu Pemberian Makan Tambahan (PMT) untuk nutrisi anak-anak yang mengalami masalah gizi, seperti vitamin dan mineral, bahkan Pemdes menyediakan ikan lele untuk meningkatkan gizi balita, lele sengaja dipilih karena selain sangat bergizi perawatannya pun tergolong cukup mudah. Ada tempat-tempat besar penampung air yang diisi ikan lele, dipelihara dalam jangka panjang dan dapat diambil untuk dikonsumsi sesuai kebutuhan.
Atas kegigihannya ini Pemdes sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah berperan aktif dalam upaya penurunan dan cegah stunting. Dalam hal ini akan terus mengajak semua pihak untuk terus bekerjasama menyukseskan target zero, menjadi generasi yang sehat, cerdas dapat terwujud.
Dikesempatan ini, Kepala desa Dandung/wakilnya Sekdes Wahyu menyampaikan, bahwa permasalahan terjadinya stunting sangat beragam, baik itu secara langsung, seperti kurangnya asupan gizi penyakit, dan lainnya. Penurunan stunting harus dilaksanakan secara masiv, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi secara sinergi.
Sementara itu juga diungkapkan,” sesungguhnya stunting di desa Bendo sudah hampir mendekati target zero pada tahun 2024 ini ,sebelumnya masih ada belasan balita stunting, dan sekarang menjadi 2 balita saja, itupun kalau menurut pantauan bukan stunting tapi karena sakit, Kami yakin yang akan datang menjadi 0%,” Ungkap Sekdes. (Ag)
