Anambas,(MR)
DALAM rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kabupaten Kepulauan Anambas yang ke-4, DPRD KKA mengelar Sidang paripurna Istimewa di ruang sidang paripurna DPRD KKA Minggu (24/06) silam. Dalam sidang paripurna tersebut Bupati KKA mengajak peserta sidang mengenang kembali sejarah berdirinya KKA.
“Kali ini kita menggelar sidang paripurna istimewa untuk merayakan HUT KKA yang ke-4. Itu menandakan kita masih mengenang bagaimana sulitnya memperjuangkan Kabupaten kita ini,” kataTengku.
Tengku mengatakan, KKA ada dan exist sampai hari ini bukan sekedar sebuah pemberian belaka, melainkan buah keringat perjuangan yang sangat berat setiap unsur masyarakat yang ada yang tergabung dalam wadah BP2KKA. “Kabupaten ini bukan pemberian, tapi perjuangan masyarakat yang tergabung dalam BP2KKA dan beberapa komponen masyarakat. Dan Alhamdulilah perjuangan itu berbuah hasil. Kita berhasil membangun kabupaten kita ini,”
Sedikit mengenang sejarah KKA Kebelakang, Tengku kembali bercerita bahwa KKA diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) atas nama Presiden RI pada September 2008 dan dirinya ditunjuk sebagai Plt. Bupati. Dirinya berujar, setahun perjuangan KKA masih sangat sarat dengan kekurangan. “Pada tahun awal berdiri, hanya saya yang menjadi pejabat resmi. Baru 3 bulan kemudian kamu merekrut beberapa pejabat yang ada di kantor-kantor camat,” ujar Tengku mengenang sulitnya pemerintahan KKA pada tahun awal.
Setelah itu Tengku beserta jajaranya memulai mengexpose keberadaan KKA ke seluruh pelosok Republik Indonesia. Hasilnya dalam tempo 3 bulan KKA sudah mulai dikenal dalam skala nasional.
Tahun 2009, dengan bantuan seluruh warga masyarakat baik yang berada di KKA maupun yang berada diluar KKA, Tengku dan jajarannya mulai berjuang untuk mendapatkan anggaran untuk membangun KKA. Hasilnya, secara bertahap semua dana yang dibutuhkan dapat diraih oleh KKA. “Tahun 2009 kita mencoba mendapatkan anggaran dan secara bertahap semua anggaran yang kita butuhkan bisa kita dapatkan,” ujar Tengku.
Oktober 2009 KKA juga berhasil memperjuangkan pengakuan secara Nasional sebagai daerah penghasil minyak di Provinsi Kepri. “Jadi sekarang tidak hanya Natuna, Anambas pun diakui sebagai daerah penghasil minyak oleh pusat,” jelas Tengku.
Hari ini perkembangan KKA sudah bisa dirasakan oleh masyarakat secara significant. Terlihat dari APBD KKA yang semakin tahun semakin meningkat. Tahun2008 tidak ada anggaran sama sekali, 2009 meningkat menjadi sekitar Rp. 300 Juta dan meningkat menjadi sekitar Rp. 500 Juta pada APBDP, 2010 meningkat lagi, 2011 menjadi sekitar RP. 900 Milyar dan akhirnya pada 2012 ini menjadi Rp1,117 Triliun. “APBD Kita terus meningkat. Membuktikan Anambas semakin maju,” pungkas Tengku.
Akan tetapi untuk saat ini KKA belum bisa dikatakan sempurna. Untuk itu Tengku menghimbau agar semua unsure masyarakat dan pemerintah tidak melupakan cita-cita awal perjuangan KKA untuk mewujudkan masyarakat KKA yang sejahtera, maju dan mandiri serta berpayungkan budaya melayu. “Mari kita bersama-sama jangan melupakan tujuan awal pembentukan Anambas. Mari besama-sama mewujudkan masyarakat Anambas yang sejahtera, mandiri dan maju serta berpayungkan budaya melayu,” ajak Tengku. >> Eichiro/ Edo
