Padangsidimoyan, (MR) – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangsidimpuan heboh setelah terjadi penangkapan seorang oknum Komisioner KPU Padangsidimpuan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Tim Saber Pungli Ditreskrimum Polda Sumut pada Sabtu, 27 Januari 2024. Oknum berinisial PH ditangkap di sebuah cafe di Kota Padangsidimpuan saat sedang terlibat dalam pembagian uang hasil dugaan tindak pidana pemerasan.
Penangkapan ini menuai keraguan terhadap kredibilitas Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan. Masyarakat mulai bertanya-tanya apakah ada oknum lain di dalam KPU yang terlibat dalam praktik-praktik yang tidak etis.
Dirreskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono, membenarkan penangkapan tersebut dan mengungkapkan bahwa dari tangan oknum PH, disita uang sebesar 25 juta rupiah beserta barang bukti lainnya.
KPU sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan pemilihan umum seharusnya menjaga integritasnya dan memberikan kepercayaan kepada masyarakat. Namun, kejadian ini menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas KPU khususnya KPU Kota Padangsidimpuan.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang dapat melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga KPU.
Kapolres Padangsidimpuan, AKBP Dudung Setyawan, juga mengonfirmasi kejadian ini. Ia menjelaskan bahwa salah seorang oknum komisioner KPU telah ditangkap oleh Tim Saber Pungli Polda Sumut. Penyidikan lebih lanjut akan dilakukan oleh pihak berwenang untuk mengungkap motif di balik tindakan pemerasan yang dilakukan oleh oknum tersebut.
Kejadian ini menambah ketegangan dalam suhu politik yang tengah memanas di Sidimpuan. Masyarakat menaruh perhatian khusus terhadap kasus ini, karena melibatkan oknum yang seharusnya menjaga integritas dan keadilan dalam penyelenggaraan pemilihan umum.
“Akan tetapi, kami sebagai masyarakat meragukan kredibilitas KPU setelah terjadi penangkapan oknum Komisioner dalam kasus pemerasan ini,” ujar Pohan salah satu warga Padangsidimpuan Utara.
“Kejadian ini membuat kami bertanya-tanya apakah ada oknum lain di dalam KPU Kota Padangsidimpuan yang terlibat dalam praktik-praktik yang tidak etis. Kami berharap pihak berwenang dapat melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap fakta-fakta yang sebenarnya dan menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga KPU.”sambunya.
Tambah sala seorang warga kota padangsidimpuan pohan saat di jumpai Media Rakyat news. Com menyatakan bahwa transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas dalam menjalankan tugas-tugas KPU agar masyarakat bisa kembali mempercayai lembaga ini sebagai penyelenggara pemilihan umum yang adil dan jujur. Menurutnya, KPU perlu melakukan langkah-langkah yang tegas untuk memulihkan kredibilitasnya di mata masyarakat.
“Masyarakat berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang, dan KPU Padangsidimpuan dapat kembali menjadi lembaga yang diandalkan dalam penyelenggaraan pemilihan umum yang adil dan jujur,” harap Pohan, yang juga seorang pengamat politik.
Terpisah, Ketua KPU Kota Padangsidimpuan Tagor Dumora Lubis ketika di temui wartawan sabtu, (27/1/2024) Siang menyebutkan kepada Wartawan, pihaknya mendapat informasi dari pihak polres Padangsidimpuan membenarkan yang bersangkutan sedang di lakukan pemeriksaan.
Sementara motif terkait dengan penangkapan yang di lakukan Polda Sumatera Utara masih dalam proses.
” Mari bersama hormati proses yang sedang berlangsung jangan kita mengacu sama opini sebelum ada keterang resmi dari yang berwenang,” ucap Tagor Dumora Lubis.(A.karo karo)
