Wow Miris, Diduga Terkait Beredarnya Data Anggaran Pelantikan Dan Bimtek KPPS Jadi Bahan Pertanyaan Peserta

PALEMBANG, MR – Terkait beredarnya data anggaran Pelantikan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) KPPS menjadi bahan pertanyaan, Diduga data anggaran tersebut beda dengan kenyataan yang dialami oleh para anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang ada di Kota Palembang Provinsi Sumsel,Minggu(28/1/2024).

 

Sebanyak 33.439 orang KPPS se-Kota Palembang mengikuti pelantikan di Jakabaring Sport City (JSC) pada hari Kamis (25/01/2024) tidak ada uang transportasinya, dan pada tanggal (26/01/2024) sampai dengan tangal (30/01/2024) diumumkan kalau ada uang transportasinya sebesar Rp 100 ribu. Beda dengan data anggaran yang beredar tersebut.

 

Dilansir dari pemberitaan SRIPOKU.Com, Syawaludin selaku Ketua KPU Kota Palembang mengatakan, bahwa memang tidak menganggarkan uang transportasi bagi KPPS yang dilantik. Jadi memang tidak ada uang transportasi dalam pelantikan tersebut.

 

Disisi lain diajuga menyampaikan, tidak tertibnya acara dengan jumlah banyak. Tidak bisa mengatur setiap orang, snack sendiri habis mahgrib dapet, karna macet dengan jumlah sebanyak itu pihaknya kewalahan dan sudah meminta maaf, kawan kawan memahami dengan jumlah panitia terbatas.

 

Saat dikonfirmasi awak media ini Efirman salah satu anggota KPPS yang dilantik mengatakan, acara Pelantikan dan Bimtek yang digelar KPU Kota Palembang perlu dipertanyakan anggarannya.

 

“Diduga Dari data yang beredar disitu dijelaskan bahwa ada uang transportasi saat pelantikan, tapi kenyataannya tidak ada, malah para peserta anggota KPPS harus mengeluarkan uang saku sendiri untuk bayar Parkir yang berkisar antara Rp 6000,- hingga Rp 9000,- ,” kata Efirman, Sabtu (27/01/2024).

 

Efirman melanjutkan, pada saat Bimtek juga tidak ada kejelasan yang pasti masalah uang transportasi yang diterima oleh para anggota KPPS yang mengikuti Bimtek.

 

“Diduga Berdasarkan data yang beredar, kalau uang transportasi semestinya diterima peserta Bimtek Rp 200 ribu, tapi diumumkan oleh panitia para peserta hanya menerima uang transportasi sebesar Rp 100 ribu, ini juga harus dipertanyakan,” ucapnya.

 

Menjadi tanda tanya terang Efirman, kenapa didaerah Kabupaten Banyu Asin uang transportasi yang diterima para peserta Bimtek KPPS sebesar Rp 150 ribu.

 

“Apa beda antara Kota Palembang dengan Kabupaten Banyu Asin, kenapa uang transportasinya berbeda, dan para peserta Bimtek KPPS Kabupaten Banyu Asin menerima uang transportasi selesai acara Bimtek langsung menerima, sementara di Kota Palembang sampai dengan saat ini belum menerima uang transportasi tersebut,” ujarnya.

 

Sementara itu Syawaludin Ketua KPU Kota Palembang Saat di komfirmasi Melalui Whatshaap Mengatakan”Untuk anggaran Kota Palembang Memang Proses Pencairan,Kalau Sudah Masuk,KPU Kota Palembang Akan Langsung Menyerahkan Ke Sekretariat PPS,Selanjutnya Akan Dibagikan PPS Ke Rekan -Rekan KPPS Kelurahan Masing-Masing,Memang KPU Kota Palembang Masih Proses Untuk Pencairan,Mohon Maaf Keterlambatan ini,yakinlah kami KPU Kota Palembang akan transfer dan tidak ada pemotongan sedikitpun”,Ungkap Syawaludin.

 

“Mohon doa nyo biar cepat selesai proses pencairannya,beredar berita hari ini yang katanya ada salah satu kelurahan sudah dapat itu tidak benar”tutupnya.

 

Reporter:Jhoni

Related posts

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.