Tengku Pamerkan Potensi Anambas

Anambas,(MR)
SETELAH beberapa hari mendampingi team dari kementrian berkeliling memamerkan keindahan Anambas, akhirnya Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Drs. T.Mukhtaruddin menggelar acara Temu ramah antara Stake Holder dari Pemerintah Pusat yang diwakili oleh beberapa kementrian dan Lembaga Pemda KKA dan pelaku usaha Sektor pariwisata di Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) pada Senin (30/01) silam.
Dalam kesempatan itu kembali Tengku memamerkan semua potensi Anambas kepada hadirin. Tengku mengaku sangat menantikan moment ini agar para perwakilan dari kementrian dapat melihat secara langsung bahwa potensi Anambas memang sangat menjanjikan, sesuai dengan apa yang sering dipromosikannya di beberapa Kementrian. “Saya sudah menanti ini. Supaya bapak bisa saksikan, apakah yang saya omongkan itu sesuai tidak dengan aslinya. Nah sekarang saya ingin mendengar apa pendapat kementrian dan lembaga,” pungkas Tengku.
KKA memiliki potensi yang sangat besar dan beragam. Tengku sendiri memaparkan ada 4 sektor unggulan yang dapat menjadi perhatian khusus di KKA. Keempat sektor itu meliputi perikanan, Migas, Pariwisata dan sector geografis yang terbilang strategis. Untuk Perikanan KKA masih memiliki potensi yang terbesar dalam skala Nasional baik dari sector tangkap maupun budi daya. “Kemaren sudah diperlihatkan bagaimana masyarakat membesarkan ikan dalam kerambah-kerambah secara swadaya sementara pemerintah tinggal mengarahkan. Kita masih pegang peringkat puncak secara Nasional,” papar Tengku.
Untuk pemasarannya tidak perlu dikhawatirkan, karena pembeli selalu rutin datang dalam 2 kali sebulan baik dari Tg. Pinang maupun Hongkong untuk membeli hasil ikan dari nelayan Anambas. “Jadi berapapun hasil produksi yang dihasilkan masyarakat tidak ada yang tersisa, bahkan cenderung kurang setiap kali pembeli datang,” pungkas Tengku.
Sementara dari sektor Migas, KKA masih menjadi pemasok sumber energy terbesar untuk Negara Singapura. Bisa dibayangkan saat ini pipa pemasok minyak untuk Negara tetangga ditanam di areal KKA, sementara hasil dari kerannya dibuka dan dinikmati di Singapura. “Tapi kami masih iklas, mudah-mudahan ada pemberian dari pusat terhadap potensi alam kami yang sudah dikuras habis-habisan ini,” ujar Tengku.
Letak geografis KKA juga sangat strategis dan menguntungkan. Berada di Laut China Selatan sehingga masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, memiliki 5 pulau terdepan dan berbatasan langsung dengan 4 negara tetangga yaitu Vietnam, Thailand, Malaysia dan Kamboja yang seluruhnya menghadap ke 5 pulau terluar. KKA yang masuk ALKI I itu dilewati kapal dagang rata-rata 150 Kapal per hari. ALKI I KKA berada di sebelah utara pulau Jemaja.
Dengan alasan itu, Tengku berpendapat sangat memungkinkan jika KKA memiliki jasa industry kapal secara nasional untuk melayani jasa service, perbaikan dan lain sebagainya. Pemikiran itu muncul karena Tengku memprediksi jalur lalu lintas laut yang melewati ALKI I akan semakin padat kedepannya, sehingga pembangunan jasa industry kapal tersebut dinilai sebagai salah satu usul yang layak dipertimbangkan.
KKA juga memiliki panorama bahari yang sangat indah. Terbukti baru-baru ini CNN.com menobatkan Anambas sebagai pulau tropis terindah se Asia. Jika Anambas dikatakan pulau tropis terindah, otomatis secara logika saja dapat ditangkap bahwa tidak ada lagi yang menyaingi keindahan Anambas. “Kalau dikatakan Anambas pulau tropis terindah, maka semua pulau yang dinilai indah oleh orang berada dibawah kita, karena kita yang terindah. Itu bukan kata-kata Bupati saja loh, itu kata CNN,” kata Tengku.
Dengan 4 potensi ini Tengku yakin dengan kerjasama semua pihak untuk membantu pengelolaannya, maka akan memberikan kontribusi yang besar tidak hanya untuk perekonomian KKA bahkan mampu mempercepat dan memperluas pertumbuhan ekonomi Nasional.
Sementara itu Perwakilan dari beberapa kementrian yang hadir, Didien Junaedy sedikit mengungkapkan isi hatinya. Pada waktu masuk ke Anambas November silam dirinya mengaku langsung mencintai Anambas. Tarempa khususnya sangat dikagumi oleh Didien karena memiliki struktur kota yang cukup unik. Sampai-sampai untuk sarapan saja perwakilan kementrian tersebut tidak bersedia dihidangkan makanan mewah khas hotel, bahkan minta untuk diajak berkeliling Tarempa untuk menikmati sarapan di warung-warung kopi masyarakat. “Saya tidak mau makan di Hotel, itu sudah biasa. Saya mau makan di kedai kopi,”
Didien juga mengatakan, jika Pemda Anambas memang berniat untuk membangun, tidak perlu membicarakan potensi saja, itu tidak cukup. Menurutnya ada 3 hal penting, yaitu Political will dari pemerintah, Komitmen dan keberanian. “Kalau tidak ada political will akan susah. Nanti Bupatinya kemana, kitanya kemana. Gak sinkron, gak nyambung. Kedua kommitmen kalau tidak ada komitmen juga susah. Terakhir dan yang paling penting itu harus ada keberanian. Setelah ketiga hal tadi singkron, maka kedepan akan lebih mudah,” pungkasnya memberikan Nasehat. >> Eichiro/ Edo

Related posts