Minyak tanah (mitan) menjadi langka dan susah untuk didapati di daerah Dabo Singkep Kabupaten Lingga, akibat kelangkaan Minyak tanah tersebut membuat ibu rumah tangga yang menggu-nakan Minyak tanah untuk memasak menjadi kebingu-ngan.
Didesa-desa yang berada di kecamatan Singkep maupun Singkep barat, sejak dua bulan belakangan ini mitan menjadi sangat langka, dan sangat sulit untuk didapat, sementara pasokan mitan dari pertamina untuk kabupaten Lingga umumnya sudah sangat mencukupi. Tersiar Kabar angin yang diterima wartawan koran ini tentang adanya penumpang dari superjet 19 rute Dabo singkep Tangjung pinang telah membawa mitan tersebut untuk dijual dikota Gurindam dengan harga yang berlipat ganda dari harga yang biasanya dijual di kabupaten Lingga. Yaitu Rp.6.500,- per liter, sementara harga jual dikota Gurindam mencapai Rp.15 s/d 17 ribu per liter. Inilah yang membuat para penumpang superjet 19 menjadi ketagihan untuk menjualkan mitan kekota gurindam tersebut.
Berbagai cara yang mereka lakukan agar tidak diketahui oleh para petugas pelabuhan bahwa yang terbungkus rapi itu adalah mitan, yang sengaja dibawa untuk dijual keluar daerah. Kadang kala mitan tersebut ditempatkan didalam Fiber yang biasanya untuk mengisi ikan. Ketika Koran ini datang mengunjungi Tanjung pinang dengan menumpang superjet 19 tersebut Koran ini menjumpai beberapa buah dirigen berukuran 25 liter yang terbungkus rapi oleh karung-karung bekas yang biasanya buat bungkusan beras dan gula, setelah Koran ini mengecek isi yang terdapat dalam dirigen tersebut tak lain tak bukan isinya adalah mitan yang dibawa oleh penumpang superjet 19 tersebut.
Sementara ketika Koran ini bertanya kepada Anak Buah Kapal (ABK), siapa pemilik mitan tersebut para ABK menjawab tidak mengetahui siapa pemiliknya. Ketika sampai ke Sri Bintan Pura, tanjung pinang. Koran ini langsung membuat laporan kepada petugas pelabuhan (K.P.L.P) yang saat itu datang untuk menyambut kedatangan superjet tersebut.
Petugas K.P.L.P tersebut begitu serius untuk menangani laporan yang dubuat Koran ini tentang penemuan mitan yang dibawa superjet 19 “Toch ternyata hanya basa-basi saja,” dari seorang petugas pelabuhan kepada kuli tintal.. ini sepertinya ada udang dibalik batu.
Semoga dengan adanya pemberitaan ini agar dapatlah kiranya para petugas-petugas yang ada dipelabuhan manapun yang ada di Provinsi ini dapat bekerja sebaik mungkin demi untuk masyarakat umum.
Sekarang ini Ferry superjet 19 rute Dabo singkep tanjung pinang bukan hanya memuatkan para penumpang saja, tetapi Ferry tersebut kelihatannya seperti kapal Kago. Sangat disayangkan kepada para petugas yang ada dipelabuhan tersebut tidak pernah memikirkan akan keselamatan para penumpang. >>HS

