Bombana, (MR)
Perilaku bejad MD tak dapat dilukiskan. Pasalnya, hanya karena hendak memuaskan nafsu birahinya ia tega merenggut paksa keperawanan tiga cucunya sejak semuanya masih di bawah umur. Ketiga korban, diketahui inisial ND (16), NR (18), dan NN (14).
Kakek 80 Tahun ini mulai mengembat tubuh cucunya sejak tahun 2016. Perbuatan tak senonoh itu terakhir dilakukan, Selasa (25/9) malam, saat korban yang masih di bawah umur NN (14), sedang nonton televisi.
Karena birahinya sedang memuncak, kakek cabul ini datang langsung menyuruh korban masuk kamar. Korban yang sudah tahu sifat bejad sang kakek, enggan masuk kamar karena takut dirinya akan menjadi pelampiasan hasrat biologis kakek bau tanah ini.
Namun sang kakek marah dan terus memaksa, hingga cucu malang ini pun terpaksa masuk kamar. Sang kakek pun ikut masuk kamar dan memuaskan nafsunya kepada perawan belia ini.
Dalam kamar, kakek ini memulai aksinya dengan mempreteli pakaian korban secara paksa, lalu mencium pipi korban, meremas payudara kemudian membaringkan dan menggasak barang berharga korban. “Pelaku tersebut setiap hendak melakukan aksi cabulnya itu selalu pemaksa korbannya masuk di dalam kamar tidur, lalu pelaku beraksi,” kata Kapolsek Pleang IPDA Makkulau, kepada wartawan, Selasa (2/10).
Informasi yang dihimpun MEDIA RAKYAT menyebutkan, kakek senja ini mulai menjadikan cucunya sebagai sasaran pelampiasan birahi setelah ketiga cucunya menjadi yatim piatu.
Setelah anak dan menantunya meninggal dunia, ketiga anak malang ini tinggal bersama kakeknya di Kel.Boeara, Kec. Poleang, Kab. Bombana, Sulawesi Tenggara. Namun, ketiga gadis belia ini tak menyangka kalau masa depannya akan menjadi suram akibat perbuatan bejad kakeknya.
MD membesarkan ketiga anak ini, rupanya punya tujuan lain, yakni akan dijadikan mangsa biologis. Tahun 2016, menjadi awal ketiga anak ini menapaki hari-hari suram. MD yang telah lama tinggal menduda, menjadikan cucunya sebagai pengganti sang nenek saat hendak melakukan hubungan badan.
Dalam kurun waktu tiga tahun lamanya, setiap sang kakek hendak menyalurkan hasrat biologisnya, tiga bersaudara ini pun harus siap menjadi sasaran dengan cara paksa. Hingga akhirnya perbuatan bejatnya terbongkar dan berurusan dengan yang berwajib untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih janjut. Atas laporan polisi nomor: LP/27/IX/2018/Sultra/Res Bombana/Sek Poleang tanggal 29 September 2018,” tukas Kapolsek.
Informasi yang dihimpun MEDIA RAKYAT tersangka MD sempat dirawat di RSUD Bombana. Selama dirawat, MD dijaga aparat dan banyak dikunjungi masyarakat yang hendak melihat langsung tampang lelaki bejat ini. “Kenapa dirawat lagi, orang bejat seperti ini harusnya dibiarkan mati saja. Larung saja ke laut,” kata salah seorang ibu yang mengaku pernah berkunjung ke Rumah Sakit untuk melihat MD. >>HT
