Bangun Sulawesi Tenggara Gubernur Genjot Empat Program Prioritas

Kendari, (MR)
Pasangan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), H.Ali Mazi, SH dan Dr.H.Lukman Abunawas, SH., M.Si (AMAN), mulai menjalankan tugas. Mereka dilantik di Istana Negara, Rabu (5/9), oleh Presiden RI, Ir.H.Joko Widodo.
Nahkoda baru Sultra ini tiba di Kendari, Selasa (11/9), menggunakan pesawat pribadi dan disambut ribuan masyarakat Sultra dari berbagagai elemen. Tonggak penyerahan kepemimpinan Gubernur Sultra dari Teguh Setyabudi ke Ali Mazi-Lukman Abunawas secara resmi digelar melalui Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berangsung di Aula Bahteramas, Rabu (12/9).
Pada kesempatan itu, Ali Mazi menyampaikan empat agenda prioritas pembangunan Sultra yang akan digenjot dalam rangka mewujudkan visi Sultra yang maju, aman, sejahtera dan bermartabat lima tahun mendatang.
Keempat program itu, adalah meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar dapat berdaulat dan aman dalam bidang ekonomi, pangan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, politik serta iman dan takwa; memajukan daya saing wilayah melalui penguatan ekonomi lokal dan peningkatan investasi; mewujudkan birokrasi pemerintahan provinsi yang modern; dan meningkatkan konektivitas dan kemitraan pemerintah, swasta dan masyarakat.
Usai Sertijab, Ali Mazi dan Lukman Abunawas penyampaian visi misi dalam rapat paripurna perdana di gedung Peripurna DPRD Sultra yang dipimpin Ketua DPRD Sultra Abdul Rahman Saleh.
Di awal pemerintahannya ini, Ali Mazi menyampaikan sejumlah hal terkait dengan kebijakan pembangunan. Kepentingan rakyat secara umum dan kesejahteraan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov Sultra juga menjadi penekanannya.
Ali Mazi menegaskan kalau dia dan Wakilnya Lukman Abunawas akan mengapresiasi ASN yang cerdas, berdedikasi, rajin dan disiplin dalam bekerja dengan menaikan tunjangan perbaikan penghasilan (TPP). “Saya dan pak wakil (Wakil Gubernur), akan meningkatkan TPP, tapi khusus mereka yang rajin dan disiplin,” kata Ali Mazi dalam apel perdana dengan para pegawai Pemprov Sultra yang dirangkai dengan upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) di Kantor Gubernur Sultra, Senin (17/9/) pagi.
Tekad tersebut telah ditunjukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Sultra tahun 2018 dimana Pemprov Sultra memprioritaskan belanja pegawai dan biaya pembangunan infrastruktur.
Sebagaimana yang tertuang dalam KUA-PPAS APBDP 2018 yang telah disepakati Pemprov dengan DPRD Sultra dalam rapat Paripurna penandatanganan Nota Kesepahaman perubahan APBD tahun 2018 di kantor DPRD Sultra yang dipimpin Ketua DPRD Sultra, Abdul Rahman Saleh,  (13/9).
DPRD Sultra dan Pemprov Sultra menyepakati APBDP 2018 senilai Rp 2,8 trilliun dan terdapat beberapa item anggaran yang ditambah dan ditingkatkan untuk mengakomodir kepentingan masyarakat, belanja modal dan belanja pegawai.
“APBDP yang sudah disetujui kan artinya APBD induk kemarin kita tinggal menambah dan meningkatkan. Tapi ini yang terkait dengan kepentingan masyarakat dan juga beberapa item-item penambahan anggaran, seperti penambahan gaji dan juga belanja modal dan belanja pegawai,” kata Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas.
Menurut mantan Sekda Sultra ini, prioritas pembangunan infrastruktur akan sesuaikan dengan kondisi keungan daerah serta menyesuaikan program yang ada. “Dalam APBDP 2018, juga telah mengcover sejumlah program AMAN. Termasuk dengan program infrastruktur, Sultra Produktif kemudian Sultra Cerdas dan Sutlra Beriman,” tambah mantan Bupati Konawe ini.
Pada 2019 mendatang, Lukman mengaku akan mengembangkan lima pilar program yang terkait visi misi AMAN, yakni, Sultra Cerdas, Sultra Sehat, Bantuan Keluarga Miskin, Beradab Beriman, dan Bedah Rumah. Ia juga mengungkapkan, akan memberikan tambahan anggaran Rp 6 milliar untuk pembangunan Dermaga Lanal Kendari pada 2019.
Kehadiran pimpinan baru Sultra ini disambut hangat masyarakat Sultra, hal ini tergambar dengan antusiasnya masyarakat menghadiri penyambutan di Lanud Kendari, Selasa (11/9). Istimewanya, saat keluar dari pesawat, Ali Mazi diteduhi dengan Payung Kerajaan Moronene Bombana dan disambut tetua Suku Buton, Bugis, Makassar, Moronene, Tolaki, Jawa, Bali dan suku lainnya dengan mengenakan pakaian adat masing-masing.
Di Lanud Kendari, kedua putra terbaik Sultra ini disambut dengan upacara Adat Tolaki kemudian menuju Rujab gubernur yang disambut dengan upacara Adat Kerajaan Buton. Masih serangkaian dengan kegembiraan masyarakat akan kehadiran Gubernur Sultra ini, Pemprov akan menggelar acara syukuran dalam bentuk Pesta Rakyat makan bersama (pakande-kandea), Sabtu (22/9), dengan menghadirkan artis Ibukota.
Pesta Rakyat digelar di lapangan Eks MTQ Kota Kendari dengan konsep yang dibuat semenarik mungkin agar dapat menarik wisatawan manca negara untuk mengunjungi bumi Anoa.
“Jadi ini tidak hanya pesta rakyat dengan adat, tapi juga untuk memikat wisatawan,” kata Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulawesi Tenggara (Sultra) Agista Aryani Ali Mazi, SE saat memimpin rapat persiapan pemantapan pesta rakyat di ruang rapat kantor gubernur Sultra, Kamis (13/9).
Informasi yang dihimpun awak Media Rakyat, selain Pemprov Sultra, dalam waktu dekat syukuran juga akan digelar oleh Satuan Kerja (Satker) Pemenangan AMAN di Kabupaten Bombana. >>HT

Related posts