Toto Suharto: Melalui Perjuangan Bersama Optimis Akan Berkembang

Bandung, (MR)
BPR Syariah Harta Insan Karimah merayakan Hari Ulang Tahun yang ke 12 acara Dzikir dan Tausyiah  penceramah dari KH Muhammad Arifin Ilham yang dihadiri para jemaah di dua tempat lantai 5 di Aula dan halaman belakang Kantor BPR  Jalan Raya Percobaan Cileunyi Kabupaten Bandung.
Acara tersebut juga disponsori oleh instasi instasi terkait oleh Bank DKI Syariah, PT Gelora Intan Reksa, PT Jamkrida Jabar, Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Danamon Syariah, juga dari Koperasi Pojok Syariah, Mandiri Syariah, NSW  dan lain lain.
Demikian Direktur Utama BPR Syariah Harta Insan Karimah (HIK) Ir H. Toto Suharto usai acara Dzikir dan Tausiah bersama di lantai 5 pekan lalu mengatakan, “acara ini memang sudah dirancang sejak tahun lalu sejak Bapak Gubernur Jawa Barat H.  Ahmad Heryawan hadir dalam rangkaian meresmikan gedung yang sangat megah ini, sehingga kami berniat mengadakan acara Milad yang ke 12, alhamdulillah kita bisa melaksanakan acara puncak dengan baik dan aman,” katanya.
“Kita berpikir untuk mengadakan acara seperti ini sangatlah tidak mudah untuk menghadirkan Pak Kyai Mohammad Arifin Ilham bisa hadir karena cinta kita kepada beliau dengan meluangkan waktunya bisa bersama sama karena memang sudah dirancang sejak gedung ini diresmikan sepakat akan mengadakan acara HUT seperti ini mudah mudahan Alloh dan semua panitia sudah bekerjasama untuk bagaimana kedepan acara ini boleh berjalan dengan baik,” katanya.
Ketika ditanya seperti apa harapan kedepan BPR Syariah  HIK Parahyangan ini menurut Suharto kepada Media Rakyat menambahkan, “bahwa BPR Syariah HIK Parahyangan ini memang paling terbesar khususnya di Indonesia yang saat ini memiliki asset sebesar Rp. 1,2 triliun, dengan demikian harapan kita bukan hanya terbesar melainkan bagaimana BPR HIK Parahyangan ini menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Lebih lanjut Ir. Suharto mengatakan, “kita bersyukur pada saat ini kita masih bisa mengadakan acara seperti ini, dengan harapan kedepan yang masih banyak yang harus disempurnakan atau melakukan pembenahan didalam kemajuan berjalannya BPR Syariah HIK Parahyangan ini, kami akui masih banyak dengan segala kekurangan kami,” katanya.
Untuk itu melihat situasi saat ini kami masih berkaca bahwa segala  kekurangan kami yang secara bertahap akan segera kami perbaiki, karena ini adalah bagian perjuangan kami untuk terus menyempurnakan seluruh sistem prosedur dan produk serta pelayanan BPR Syariah HIK Parahyangan. “Kami berharap Bank Syariah HIK Parahyangan kedepan dapat bertumbuh berkembang dengan baik dan lebih dari itu kami ingin banget bahwa BPR Syariah HIK Parahyangan ini senantiasa dalam barokah dan ridho Allah Subhanatawala amin,” lanjut Suharto.
Sejak gedung diresmikan tahun lalu sejauhmana bertumbuh kembangnya manajemen usaha yang dilakukan menurut Suharto mengatakan, memang betul sejak dresmikan oleh Bapak Gubernur Jawa Barat Tahun lalu cenderung lebih meningkat dan sangat dipercaya oleh masyarakat selain dengan keberadaan gedung yang gagah ini menjadi daya tarik tersendiri dan memang masyarakat tidak butuh bicara angka tapi butuh eksistensi di lapangan.
“Jadi ketika gedung BPR Syariah HIK ini berdiri dan termasuk bagian pelayanan kita meningkat bahwa dana masyarakat cenderung lebih mudah didapatkan tanpa harus berkeringat dana masyarakat itu datang sendiri, jadi pertanyaannya sekarang bagaimana dana itu dikelola dalam bentuk pembiayaan yang sehat dan itu memang tidak mudah,” katanya.
Dan itu semua butuh perjuangan lagi setelah dana terkumpul dan meningkatkan inovasi melakukan ekspansi dalam bentuk pembiayaan, sehingga saat ini kita perlu meningkatkan perjuangan untuk mengekpansikan dana yang ada dalam bentuk pembiayaan yang sehat yang mudah dan lancar.
“Hingga saat ini jumlah nasabah yang aktif hingga saat ini menurut Suharto kurang lebih 20.000 nasabah, dengan bentuk nasabah pembiayaan  dan nasabah tabungan, dan angka yang terserap dari jumlah asset sudah mencapai 900 Jutaan baru mencapai 30 persen jadi kedepan ini masih banyak pekerjaan yang terkait bagaimana meningkatkan usaha ini,” katanya.
“Untuk meningkatkan manajemen BPR Syariah ini perlu kerjasama yang baik dengan para stakeholder dan kualitas maupun kuantitas karyawan tetap kita perhatikan agar perjuangan yang sudah kita schedul kan bisa bertumbuh lebih baik. Untuk lebih meningkatkan usaha di BPR Syariah saat ini ada pangsa pasar terus berkembang dan bersaing, dan sebagai ujung tombak kita dalam rangka meningkatkan usaha ini BPR Syariah sudah memiliki 14 Kantor Cabang dan 9 Kantor Kas di Jawa Barat dengan demikian kedepan kita bisa terus melayani masyarakat Kabupaten Kota se Jawa Barat bekerja keras dengan sekuat tenaga dan iklas mengembangkan produk produk BPR Syariah HIK Parahyangan,” jelas Suharto.
Lebih lanjut, “selain mengembangkan melalui standar operasional yang sudah ada, menurut suharto akan ada target khusus bagaimana memperjuangkan kesejahteraan dapat meningkat dan bagaimana para pemegang saham dapat merasakan nyaman dan deviden masyarakat senang dan bagi hasil yang tinggi, jadi disisi lain kami ingi tampil berbeda,” ungkapnya lagi.
“Dan bagaimana pelayanan perbankan yang biasa melainkan BPR Syariah HIK Parahyangan ini berbeda dengan bank yang lain artinya bank yang lain  dengan persaingan yang ketat, kami hadir dengan pelayanan yang akan kita berikan kepada masyarakat adalah pelayanan yang rukiyah atau pelayanan yang berasal dari hati dan ini tidak mudah. jadi target kita kedepan adalah kedekatan menjadi dekat kekeluargaan menjadi sangat nyaman dilakukan,” harap Suharto. >>Damanik/Yulius

Related posts