Anggota Komisi III DPR RI dari Golkar Bambang Soesatyo membalas pernyataan Sutan Bhatoegana yang menyebut Partai Golkar dan PKS dengan ikan salmon yang merupakan singkatan intelektual kagetan asal ngomong.
Saat dihubungi Media, Bambang menyebut Sutan Bhatoegana sebagai ikan teri asin. “Mulut dia asin, maksudnya asin tidak jelas. Kayak ikan teri asin, intelektual kagetan teriak sana-sini. Bukan Demokrat, khusus mulut Sutan saja,” ujarnya lewat pesan singkat.
Menurutnya, tudingan Sutan kepada politisi yang kritis kepada pemerintah sebagai kumpulan ikan salmon, mencerminkan sikap panik dan ketakutan yang tidak mendasar. Dirinya menilai ada kepanikan luar biasa, dan pernyataan Sutan ini dianggap Bambang hanya hal ecek-ecek.
Wakil Ketua Komisi III DPR dari PKS, Nasir Djamil, membalas pernyataan Sutan Bhatoegana, dengan menyebut partai penguasa itu adalah ikan piranha. ” PD itu kan ikan piranha, pikiran dan pembicaraan suka beda,” celotehnya, Jumat (6/1).
Sebelumnya, julukan ikan salmon alias intelektual kagetan asal ngomong ditujukan Sutan Bhatoegana dari Demokrat kepada dua partai koalisi yaitu Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Nasir mempertanyakan mengapa Sutan sampai mengeluarkan pernyataan tersebut. Jika ini terkait dengan kasus Century, Nasir akan terus dengan lantang dan konsisten menyuarakanya karena terkadang PD harus diingatkan agar tidak sering mengalami stroke politik.
“Kita konsisten kok dibilang menyerang. Justru Partai Demokrat juga ikut membereskan dan menuntaskan kasus Century agar tidak ada dusta diantara partai koalisi,” tutupnya.
Sutan Sebut Golkar dan PKS Ikan Salmon
Julukan ikan salmon alias intelektual kagetan asal ngomong ditujukan Sutan Bhatoegana dari DPP Demokrat kepada dua partai koalisi yaitu Partai Golongan Karya (Golkar) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Kan saya bilang ini politisi kawan-kawan koalisi. Memang dua partai tersebut terus menyerang SBY, makanya saya katakan ini kelompok ikan salmon,” jelas Sutan, Jumat (6/1).
Menurutnya ikan salmon ini akan terus ngomong tanpa tahu dampak politiknya seperti apa. Sejak awal SBY-Budiono memenangkan pilpres, tambah Sutan, mereka langsung menyerang dengan berbagai kasus seolah Demokrat kotor.
“Sejak awal kita katakan Demokrat bersih, tapi mereka ngamuk lagi dengan bilang BPK diintervensi. Saya katakan BPK kan pilihan kita (DPR),” paparnya menyoal audit BPK dalam kasus Bank Century. Dirinya terus mengingatkan, bahwa sampai 2013 adalah tahun yang harus difokuskan untuk bekerja. Tapi Demokrat mengaku capek jika diperlakukan seperti ini terus menerus. >> Sahrial Nova

