Sektor Pertanian Jadi Target Pemda Teluk Bintuni Sejahterakan Masyarakat

Bintuni, (MR)
Sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi alat untuk mensejahterakan masyarakat karena sebagian masyarakat Teluk Bintuni masih mengantungkan hidupnya dari sektor pertanian. “Kita tidak boleh lagi melihat pertanian hanya dengan sebelah mata, meskipun disadari tantangan yang harus dihadapi tidak mudah, “ ujar Kepala Dinas Pertanian Teluk Bintuni,Nehemia Rumayomi saat menyerahkan bantuan pupuk dan alat pertanian beberapa waktu lalu di kantor Balai Korano Jaya kampung SP 2 Manimeri.
Sektor pertanian merupakan pintu masuk untuk mengatasi masalah kemiskinan yang menjadi masalah utama di Teluk Bintuni. Berdasarkan data BPS,saat ini angka kemiskinana mencapai 34,17 persen dan irinisnya sekitar 83 persen masyarakat miskin adalah orang asli Papua.
Nehemia Rumayomi juga mengatakan, terdapat lima masalah besar yang berpengaruh terhadap pembangunan pertanian, terutama untuk mencapai swasembada pangan.Ke-lima masalah tersebut diantaranya, irigasi, pupuk, benih, alat mesin pertanian dan penyuluh lapangan.
Berbagai upaya juga telah di lakukan untuk menunjang pembangunan di sektor pertanian. Diantaranya, menambah luas lahan pertanian.Melalui program nasional dalam rangka mewujudkan swasembada pangan maka,pada tahun 2017 telah terjadi penambahan lahan sawah baru seluas 322 hektar yang berada di kampung Waitama dan Korano Jaya Distrik Manimeri.Alokasi anggaran kegiatan perluasan sawah tersebut bersumber dari APBN Kementerian Pertanian RI.Adapun pelaksana kegiatan perluasan sawah dilakukan oleh prajurit TNI AD.Hal ini sesuai dengan nota kesepahaman antara Menteri Pertanian dan Panglima TNI.
Saat ini, pekerjaan perluasan lahan sawah baru di Teluk Bintuni yang sudah dilaksanakan sudah hampir lima bulan dan akan rampung. Dimana, pekerjaan land clearing dan land leveling telah mencapai 100 persen. Sementara lahan yang tertanam mencapai sekitar 100 hektar. Pada kegiatan ini, para kelompok tani diberikan bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, alat dan mesin pertanian.
Salah satu target pembangunan pertanian di Teluk Bintuni yaitu, mewujudkan swasembada pangan khususnya beras. Luas panen padi sejak bulan Januari hingga November 2017 mencapai 328 hektar dengan total produksi sebesar 1.374 ton gabah kering panen. Dengan rata rata produksi padi masih rendah yaitu 3,3 ton/ha.Pada hal untuk mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten yang memiliki jumlah penduduk sekitar 62 ribu jiwa,maka produksi beras harus mencapai 7 ribu ton per tahun.Untuk itu, diperlukan kerja keras dengan melibatkan semua stekholder untuk mencapai target besar tersebut.
Untuk terwujudnya pertanian yang modern melalui sistem mekanisasi,maka Dinas pertanian telah menyalurkan ratusan alat dan mesin pertanian kepada masyarakat petani, diantaranya, hand tractor sebanyak 92 unit, pompa air 31 unit, rice transplanter 8 unit, combine harvester 15 unit, power threaser 18 unit,alat pemarut sagu 18 unit,rice miling dan beberapa jenis lainya, bahkan ada yang sudah dibagi mendahului.
Dan juga sudah membentuk Brigade Alsintan yang berfungsi untuk mengoptimalkan pemanfaatan bantuan Alsintan untuk meningkatkan produksi pertanian, Selain  itu juga pemerintah Daerah melalui dinas pertanian telah menyalurkan pupuk bersubsidi untuk masyarakat yang hingga Desember 2017 telah tersalirkan 75 ton pupuk urea, 34 ton pupuk NPK Phonska. Dan Dalam pengawasan penyaluran pupuk tersebut Dinas pertanian Teluk Bintuni akan membuat Komisi pengawasan pupuk dan pestisida atau KP3.
Selain itu juga Untuk mengatasi kekurangan air, terutama pada daerah yang tidak terdapat jaringan irigasi teknis. Maka tahun 2017 telah dibangun dua unit embung, enam unit peng-embangan jaringan irigasi perpipaan dan satu unit pengembangan jaringan irigasi perpompaan yang dikerjakan secara swakelolah atau padat karya oleh kelompok tani. Adapun alokasi anggaran yang dikelola sebesar 80 sampai 100 juta per kelompok tani yang bersumber dari dana Tugas Pembantuan Kementerian Pertanian/APBN. >>Haiser Situmorang

Related posts