Disparbudpora Kabupaten Kepulauan Anambas mengge-lar pelatihan perwasitan selama dua hari yakni, Kamis (10-11/11) di hotel Tarempa Beach. Tujuan pelatihan wasit ini untuk meningkatkan prestasi para wasit di KKA, memberikan penambahan ilmu dengan teknik-teknik terbaru, perkem-bangan kemampuan dan peru-bahan-perubahan dalam per-aturan perwasitan di Indonesia. dengan sasaran kegiatannya adalah para wasit yang ada di KKA.
Kegiatan dibuka Wakil Bupati KKA. Abdul Haris,SH. dalam pidatonya, Wakil Bupati membahas harapannya kepada pemuda di KKA. dan menjelas-kan pengertian pemuda menurut undang-undang no 40 tahun 2009 adalah orang yang berusia antara 16 tahun sampai 30 tahun. Dia sangat menya-yangkan ternyata sekarang lebih banyak yang sudah man-tan pemuda lebih giat dalam kepemudaan, sedangkan yang masih pemuda tidak terlalu giat dalam kepemudaan. “Yang ha-rusnya adalah mantan-mantan pemuda ini membantu pemuda dan pemuda harus menjadi yang lebih aktif” katanya.
“Dalam satu tahun menja-bat sebagai kepala daerah bersama Bupati di KKA, saya kira kalau hanya mantan-mantan pemuda saja yang bangun ini bukan sebuah kekuatan. Tetapi peran dari pada pemuda yang diharapkan”, dan menghimbau seluruh SKPD yang ada sang-kut pautnya dengan kepemu-dan harus lebih aktif membuat kegiatan-kegiatan yang mem-berikan kontribusi kepada pemuda, sehingga pemuda juga akan berbalik memberikan kontribusi kepada KKA.
Selain dalam bentuik pelatihan kemampuan hard skill, juga dalam bentuk pelatihan Moral. “Kalau moral pemuda kita bobrok dan tidak dibenahi dari sekarang, bayangkan kalau mereka menjadi pemimpin di masa mendatang. Saya rasa kita bisa membayangkan apa yang akan mereka lakukan kelak.” Kata Haris dalam pidato pembu-kaannya.
Saat mengkonfirmasi kepada Kabid Pora, Affandi, mengatakan dalam acara ini hanya memberikan pengeta-huan tambahan kepada para wasit tentang aturan-aturan terbaru, dan melayani perta-nyaan atau hal-hal yang tidak dimengerti tentang aturan lama dan kondisi yang sering terjadi dilapangan. “Kalau memang mereka sudah berpotensi menjadi wasit nasional, maka kita akan adakan sertifikasi untuk wasit nasional yang bekerjasama dengan PSSI. Tapi untuk saat ini kita hanya memberikan semacam piagam yang memberitahukan mereka pernah mengikuti semacam pelatihan tentang wasit.” Demi-kian papar Affandi kepada war-tawan koran ini.
Affandi juga menjelaskan bahwa pelatihan ini akan berjalan secara kontiniu. “Kita akan lihat hasil pelatihan hari ini. kalau memang tahun depan perlu peningkatan level pelatihan, kita akan tingkatkan. Tapi kalau memang dirasa perlu untuk mengulang level C3 ini lagi, kita akan ulang lagi” kata-nya di sela-sela acara. Affandi juga berkata akan akan mencoba mewadahi para wasit ini dengan cara membuat beberapa perte-muan-pertemuan dengan wasit.
Soal sertifikat pelatihan dan kerjasama dengan organisasi induk sepakbola nasional yaiut PSSI, Affandi menjawab “Soal sertifikat kita bicarakan dengan Pengcab, yang pasti PORA itu tugasnya memberikan pelatihan sesuai dengan program yang ada. Lebih tepatnya tugas PORA itu pembinaan. Nah di dalam acara kali ini kita mem-berikan pendalaman mengenai aturan-aturan terbaru mengenai perwasitan. Kalau soal ker-jasama dengan PSSI, kita belum ada kerjasama. Tapi narasumber kita adalah orang PSSI Provinsi Kepri. Surat kita masukan kepada pengcab, lalu dari pengcab Provinsi menunjuk beliau berdua sebagai narasum-bernya.” Papar Affandi.
Narasumber pelatihan per-wasitan sepakbola, Dharmawan menilai kegiatan ini tidak akan maksimal kalau hanya diadakan 2 hari saja. Pasalnya menurut-nya menatar wasit minimal membutuhkan waktu seminggu. “ kalau begini untuk sertifikat saya tidak berani untuk menge-luarkan. Untuk undang-undang peraturan saja 12 pasal pera-turan umum sudah 2 hari pema-paran. Belum lagi ada peraturan khususnya. misalnya ada istilah post mayor, gangguan dari penonton dan cuaca ada aturan khususnya yang saya rasa penting untuk dibagikan kepada wasit” ungkapnya
Dharmawan juga menga-takan pelatihan ini harusnya diadakan minimal 5 hari. Sesuai jabaran Dharmawan, idealnya pelatihan wasit seperti ini mem-punyai porsi 60% diruangan materi dan 40% praktek. Dan dalam sesi praktek akan benar-benar dihadirkan 2 team untuk berlaga, lalu peserta akan lang-sung memimpin pertandingan, sehinggai instruktur akan me-ngetahui kelemahan-kelemahan para wasit dan akan dibahas di ruangan teori. “ bagaimana itu semua bisa kita kerjakan dalam 2 hari? tak mungkin 2 hari itu namanya penyegaran dan itupun biasanya ditujukan kepada para wasit yang sudah ada sertifikat, sudah pernah ditatar. Kalau untuk C3 tidak akan bisa cuma diadakan selama 2 hari” papar Wasit yang mendapatkan sertifikat C2 itu.>>Sarma/Edo

