
Natuna, (MR) – Deklarasi Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir (ASPEKSINDO)Bersama Konasmi, resmi di buka oleh, Jokowi, melalui, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Kementerian Kordinator Bidang Maritim Republik Indonesia di Hotel Clarion, sekitar pukul 20.45 WITA, beberapa waktu lalu.
Kegiatan disiasati oleh, Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia HMPI ini mengusung tema “Komitmen Pemerintah Menuju Indonesia Poros, Indian Ocean Rim Association (IORA) menghadirkan seluruh Kepala Daerah di Seluruh Indonesia, Para Rektor, Swasta dan pemuda.
Bupati Kabupaten Natuna H.A Hamid Rizal diberi kesempatan untuk menyampaikan persoalan pengelolaan laut yang saat ini wilayah 0 – 12 Mil Laut menjadi persoalan baru di Kabupaten Natuna.
Dihadapan Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan ,Hamid Rizal memaparkan.
pertanyaan tentang kewenangan pengelolaan laut ,dari 0 – 12 Mil Laut kewenangannya ada pada level Provinsi. Sementara Kabupaten tidak lagi memiliki kewenangan. Hal ini berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,” ujar Bupati Hamid.
Berdasar kan acuan itu ,menjadi polemik di masyarakat Natuna, terlebih di pemerintahan. Karena jarak antara Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau sampai ke Kabupaten Natuna tidaklah dekat,dan dibentangiblautan luas, yang mana transportasi masih minim. Bagaimana bisa Provinsi mengawasi dan mengelola laut di Natuna,secara maksimal? Bagaimana mengawasi illegal fishing? Bagaimana mengawasi hutan bakau dan terumbu karang? Dan persoalan pesisir lainnya.terang Bupati.
Sedangkan Kabupaten yang menguasai persoalan, memahami peta kerawanan dan memiliki ASN ,tidak lagi memiliki wewenang untuk mengawasi, menjaga dan mengelola.
Saya sebagai Pemerintah Natuna, mewakili harapan rakyat, semoga apa yang saya sampaikan bisa menjadi masukan dan pertimbangan Pemerintah Pusat untuk dapat meninjau ulang Undang-undang tersebut.
Persoalan ini tentu menjadi problem di daerah-daerah lain yang kondisinya mirip dengan Kabupaten Natuna, tulis Bupati Hamid di laman Facebooknya.
Sementara Andi Fajar Asti, Ketua Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia (HMPI) dalam sambutannya, menfaku menghadirkan 30 kepala daerah yang merupakan perwakilan dari seluruh Indonesia.
” Kehadiran bapak Luhut mewakili Presiden, menandakan bahwa respon pemerintah terhadap ASPEKSINDO diinisiasi HMPI bekerjasama dengan kepala Daerah di Seluruh Indonesia mendapat dukungan positif,” ucapnya.
Menanggapi persoalan diatas, Luhut menggambarkan Indonesia di masa yang akan datang.
“Potensi Indonesia sangat tinggi, dari daerah kepulauan, Laut Indonesia ini 79 persen daerah laut, hanya 21 persen daerah daratan,” ujarnya.
Presentase yang disampaikan menyampaikan ,pemerintahan Jokowi-JK mengalami peningkatan yang signifikan, baik dari bidang maritim, infrastrukur, ekonomi dan berbagai bidang lainnya.
Dirinya juga mengajak mahasiswa Pascasarjana, untuk berbuat dan bertindak banyak terhadap permasalahan bangsa yang sedang dihadapi.
“Adek-adek pascasarjana, pesan saya identifikasi masalah, analisis dan pecahkan solusinya, lalu kerjakan secara terinstegrasi,” keluhan ini, akan saya laporkan kepada Pemerintah Pusat untuk ditindak lanjuti. >>Roy
