Natuna (MR)
Meski Pemerintah Daerah sudah berusaha semaksimal mungkin, agar pengoperasian Bandara Ranai dapat dilakukan dengan cepat, nampaknya ,masih terganjal oleh regulasi.
Pasalnya masih banyak aturan, harus dilakukan. Salah satunya, membuat pagar sekeliling bandara. Padahal Bandara yang diresmikan Presiden ke 7 RI, ini, diharapkan mampu mempercepat roda ekonomi di Natuna. Bahkan Jokowi, telah memerintahkan menteri, agar segera melakukan percepatan pembangunan, di Kabupaten itu. Sehingga Jokowi pun melakukan Ratas diatas kapal KRI. Di antara Perairan Pulau Senoa dan Ranai.
Sayangnya. Perintah orang no satu di Indonesia itu belum sesuai harapan masyarakat Natuna. Akibatnya, sejak di resmikan bulan oktober 2016 lalu, sampai sekarang, Pengoperasian bandara, masih terkatung katung. Sehingga Harga tiket Natuna Batam, mencapai 1,4 – 1,8 juta rupiah, itupun sulit didapat.
Pertayaannya, bagaimana mungkin Roda ekonomi bisa berjalan lancar,seperti nawa cita Presiden, jika harga tiket selafit?. Apa yang membuat harga tiket Natuna tinggi dari tarif normal, padahal lama penerbangan hanya 1 jam jika menggunakan pesawat Sriwijaya.
Wakil Bupati Natuna, Ngesti yuni Suprapti, mengakui Ada beberapa kendala aturan jadi penghalangย beroperasinya bandara Ranai. diantaranya, belum adanya pagar mengelilingi seluruh bandara, sehingga belum memenuhi standarisasi untuk keperluan penerbangan keluar negri serta status lahan bandara sipil itu.
“Jadi kita masih harus melengkapi sekeliling bandara dengan pagar, lalu status lahan harus jelas, dibuktikan dengan sertifikat, nah itu semua belum kita penuhi dan dibebankan ke Pemerintah Daerah,” jelas Ngesti, Rabu (10/5/2017), lansir dari salah satu media.
Menurut Wakil Bupati Natuna, pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian perhubungan, guna mencari solusi, agar bandara itu dapat dioperasionalkan.
Sebab bila tidak digunakan dikhawatirkan akan berdampak buruk pada kondisi bangunan dan juga lingkungan disekitar bandara, karena kurang perawatan.
“Pokoknya kita akan kejar ke Pusat, jangan sampai bandara kita tidak beroperasi, sehingga jadi sarang hantu beranak Pinak ,” tambahnya.
Bila ditinjau dari banyaknya permasalahan yang belum terselesaikan, tipis kemungkinan, dapat mengoperasionalkan Bandar Udara Ranai sebelum puasa.
Pada hal pembangunan Bandara Sipil Ranai dilaksanakan dengan sistem tahun jamak tersebut menghabiskan anggaran hampir mencapai ratusan miliar, baik berasal dari dana APBD daerah Provinsi dan APBN.
Disisi lain, Masyarakat sudah mulai mempertanyakan kapan bandara itu dioperasionalkan. Namun Saya belum bisa menjawab kepastiannya. Jika disimak peryataan Wabub Natuna, terkait masalah pagar, bukan menjadi kendala utama.selama ini tanpa pagar, penerbangan tetap berjalan. Jika semua pihak ingin Natuna maju ekonominya, pagar bisa menyusul. Kecuali ada hal lain.
Berangkat dari permasalahan ini, sudah seharusnya masyarakat Natuna, beramai ramai, mempertanyakan hal ini kepada Presiden Jokowi, saat melakukan kunjungan di Natuna bulan ini.
Jika mau kesempatan emas itu jangan Kita sia siakan mari Kita pertanyakan kepada Presiden yang dekat dengan rakyat itu. Tak ada kata mustahil jika sudah Perintah Presiden, semua akan berjalan. Bisa jadi Jokowi tidak tahu soal ini.
Jika ingin tiket murah, ayo bersama menanyakannya. Kalau sudah beroperasi, tentu Harga tiket tidak separah saat ini. Masyarakat juga bingung apa penyebab tiket Natuna selangit?, mari Kita doakan bersama agar para pemimpin Kita cepat tanggap terhadap situasi di Natuna. >>Roy
